Langsung ke konten utama

Pentingnya Memberitakan Injil Secara Tulus Dan Tanpa Pamrih. 1 Tesalonika 2: 1-7 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Pentingnya Memberitakan Injil Secara Tulus Dan Tanpa Pamrih.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari 1 Tesalonika 2, ayat 1 sampai ayat 7, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Kamu sendiripun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia.

 Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat. 

 Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya.

 Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita. 

 Karena kami tidak pernah bermulut manis--hal itu kamu ketahui--dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi--Allah adalah saksi – 

 juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. 

 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Surat 1 Tesalonika 2, ayat 1 sampai ayat 7, adalah bagian dari Perjanjian Baru yang ditulis oleh Rasul Paulus, kepada komunitas Kristen di Tesalonika.

Dalam perikop ini, Paulus membela perilaku dan misinya sebagai rasul bagi jemaat Tesalonika, yang menghadapi penganiayaan karena iman mereka.

Konteks perikop ini penting, untuk memahami isi dan maknanya, karena menjelaskan tujuan Paulus, dan situasi orang Tesalonika pada masa itu.

 

Di ayat pertama, Paulus menekankan, bahwa dia dan rekan-rekan rasulnya, tidak datang ke Tesalonika dengan sia-sia, artinya misi mereka telah berhasil.

Dia sebelumnya telah memberitakan Injil di Tesalonika, tetapi harus pergi secara tiba-tiba karena penganiayaan.

Dalam perikop ini, Paulus menjelaskan, bahwa misinya tidak dimotivasi oleh ambisi egois atau perilaku curang, melainkan oleh keinginan untuk menyenangkan hati Tuhan, dan membagikan Injil kepada orang lain.

 

Paulus kemudian menekankan keberanian yang dia dan rekan-rekan rasulnya miliki, untuk mengkhotbahkan Injil, meskipun menghadapi tentangan dan penderitaan.

Ini akan sangat relevan bagi orang Tesalonika, yang juga menghadapi penganiayaan karena iman mereka.

Paulus ingin menyemangati mereka, dengan mengingatkan mereka, bahwa mereka tidak sendirian dalam penderitaan mereka, dan bahwa dia dan rekan-rekan rasulnya, juga menghadapi tantangan serupa.

 

Dalam ayat-ayat berikutnya, Paulus mengontraskan perilakunya sebagai rasul dengan guru-guru palsu, yang ia tuduh berusaha menipu dan mengeksploitasi orang Tesalonika, untuk keuntungan mereka sendiri.

Paulus menekankan bahwa dia dan rekan-rekan rasulnya, tidak membutuhkan sanjungan atau mencari keuntungan pribadi, melainkan membagikan Injil karena kasih kepada orang Tesalonika, dan keinginan untuk melihat mereka bertumbuh dalam iman mereka.

 

Secara keseluruhan, 1 Tesalonika 2, ayat 1 sampai ayat 7, adalah bagian yang menyoroti komitmen Paulus terhadap misinya sebagai rasul, dan keinginannya untuk melihat orang Tesalonika bertumbuh dalam iman mereka.

Itu juga berfungsi sebagai peringatan terhadap guru-guru palsu, yang berusaha menipu dan mengeksploitasi orang lain untuk keuntungan pribadi.

Konteks penganiayaan dan penderitaan menambah bobot pesan Paulus, ketika dia berusaha mendorong orang Tesalonika, untuk tetap teguh dalam iman mereka, dan melawan tekanan yang mereka hadapi.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Dalam bacaan Alkitab hari ini, Tuhan menekankan bahwa, pemberitaan Injil tidak boleh dimotivasi oleh tipu daya atau untuk mendapatkan pujian, tetapi oleh keinginan yang tulus untuk membagikan Injil, dan melayani orang lain.

 

Tuhan ingin, agar dalam kehidupan kita sendiri, kita dapat berusaha untuk menjadi otentik dan transparan dalam hubungan dan pelayanan kita, menghindari segala bentuk penipuan atau manipulasi.

 

Teladan Paulus tentang pelayanan tanpa pamrih dapat menjadi model bagi para pemimpin Kristen saat ini, yang dipanggil untuk melayani orang lain dan memimpin dengan kerendahan hati.

Kita harus berusaha untuk melayani orang lain, dan mengarahkan mereka kepada Kristus.

 

Tuhan juga mengingatkan bahwa, akan banyak tantangan dalam membagikan Injil dalam masyarakat majemuk, yang seringkali acuh tak acuh atau bahkan memusuhi keyakinan kita.

Teladan Paulus tentang khotbah yang berani, dapat mendorong kita untuk membagikan Injil dengan percaya diri, percaya pada kekuatan dan kasih karunia Allah.

 

Firman Tuhan hari ini, juga menekankan adanya kekuatan Injil yang mampu mengubah hidup seseorang, yang dapat membawa harapan dan penyembuhan bagi individu, dan juga komunitas orang percaya.

Sewaktu kita membagikan Injil kepada orang lain, dan melayani mereka tanpa pamrih, kita dapat mempercayai kuasa Allah, untuk mengubah kehidupan, dan menghasilkan perubahan yang langgeng.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

, Kita harus tulus dan transparan, dengan menerapkan hidup yang berintegritas dan jujur, baik dalam perkataan dan tindakan kita, sehingga pemberitaan kita terlihat asli dan dapat dipercaya.

 

Kita harus melayani orang lain tanpa pamrih dengan berupaya melayani orang lain, dengan kerendahan hati dan kasih sayang, menempatkan kebutuhan orang lain, di atas kepentingan kita sendiri.

 

Kita harus bijak dan cerdas dalam khotbah kita, menghindari ajaran apa pun yang bertentangan dengan kebenaran Injil.

Kita harus bijaksana dalam pendekatan kita untuk membagikan Injil, peka terhadap konteks budaya dan social, di mana kita berbagi kesaksian Injil.

 

Kita harus percaya pada kuasa dan kasih karunia Allah, dan percaya pada kuasa Tuhan yang mengubah hidup, dan membawa perubahan, dan mengandalkan kasih karunia, serta kekuatan Tuhan, untuk memberi kita keberanian dalam mengkhotbahkan Injil.

 

Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan kita, kita dapat memiliki keberanian untuk membagikan Injil dengan tulus dan tanpa pamrih, sekaligus bijaksana dan cerdas dalam pendekatan kita, sehingga kita tidak dipandang sebagai ancaman bagi orang lain.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

 

Terima kasih karena Tuhan melayakkan kami untuk memberitakan Injil, dan atas kesempatan untuk membagikan Injil kepada orang lain.

Tolong kami untuk memberitakan Injil dengan penuh kebijaksanaan dan kearifan, sehingga kami dapat membagikan kebenaran Injil Tuhan, dengan cara yang jelas dan dapat dimengerti.

Bimbinglah kata-kata kami, dan bantulah kami untuk menyempaikannya secara tulus dan penuh kasih, agar mereka yang mendengar pesan itu membuka hatinya, dan bersedia meninggalkan berhala dan datang kepada Tuhan yang hidup dan benar.

Semoga Roh Kudus Tuhan menyertai kami, dan melayakkan orang yang kami ajak bicara, sehingga mereka dapat terbuka untuk menerima kebenaran Tuhan.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...