Sejarah Penebusan Allah, Digenapi Oleh Yesus Kristus. Kisah Para Rasul 1: 15-20 | SBU GPIB Sangkakala.
Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Sejarah
Penebusan Allah, Digenapi Oleh Yesus Kristus.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Kisah Para Rasul 1, ayat 15 sampai ayat 20, yang berbunyi sebagai berikut:
Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di
tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua
puluh orang banyaknya, lalu berkata:
"Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan
perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.
Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini. "
--Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya
terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga
tanah itu mereka sebut dalam Bahasa mereka sendiri
"Hakal-Dama", artinya Tanah Darah--.
"Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah
perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Kisah
Para Rasul 1, ayat 15 sampai ayat 20, adalah bagian yang ditemukan dalam Alkitab
Perjanjian Baru, khususnya dalam kitab Kisah Para Rasul.
Peristiwa
ini terjadi, tidak lama setelah kenaikan Yesus, dan sebelum kedatangan Roh
Kudus pada hari Pentakosta.
Dalam
ayat-ayat ini, rasul Petrus berbicara kepada kelompok sekitar 120 orang percaya,
yang berkumpul bersama, dan dia membahas kekosongan jumlah rasul, yang
ditinggalkan oleh pengkhianatan, dan kematian Yudas Iskariot.
Petrus
mengakui akan penggenapan Kitab Suci, tentang perlunya menggantikan Yudas.
Dia
mencatat, bahwa rombongan orang percaya, termasuk wanita dan Maria ibu Yesus,
berjumlah sekitar 120 orang.
Ini
menyoroti pentingnya aspek komunal, dari gerakan Kristen mula-mula, dan
inklusivitas perempuan di tengah-tengah mereka.
Petrus
juga berbicara, tentang nasib Yudas Iskariot, menjelaskan bagaimana dia membeli
sebidang tanah dengan uang darah, yang dia terima karena mengkhianati Yesus,
dan mati di sana.
Petrus
mengutip dari Mazmur, menunjukkan bahwa tindakan Yudas, bukanlah hal yang tidak
terduga, melainkan penggenapan nubuatan.
Ini
menekankan kedaulatan rencana Allah, dan fakta bahwa, bahkan tindakan mereka
yang mengkhianati Yesus, pada akhirnya dapat digunakan untuk tujuan Tuhan.
Lalu
Petrus menyatakan, perlunya menunjuk pengganti Yudas, menyoroti bahwa dia
pernah menjadi salah satu dari dua belas rasul, dan memiliki peran penting
dalam pelayanan mereka.
Penggantinya
haruslah seseorang yang telah bersama mereka sejak awal pelayanan Yesus, dan
yang juga menyaksikan kebangkitan-Nya.
Ini
menunjukkan pentingnya kesinambungan dan kesaksian saksi mata, dalam komunitas
Kristen mula-mula.
Kemudian
kelompok tersebut menominasikan dua calon, Yusuf bernama Barsabas, yang juga
dikenal sebagai Yustus, dan Matias.
Mereka
berdoa kepada Tuhan, untuk mendapatkan bimbingan dalam membuat pilihan yang
benar, dan membuang undi, yaitu sebuah metode, yang digunakan sejak zaman Musa,
untuk mencari arahan ilahi.
Undian
jatuh ke Matias, dan dia ditambahkan ke sebelas rasul, mengisi kekosongan yang
ditinggalkan oleh Yudas.
Hal
ini menegaskan kembali, kepercayaan akan kedaulatan Allah, dan keterlibatan-Nya
dalam urusan Gereja mula-mula.
Secara
keseluruhan, perikop ini, mengungkapkan komitmen komunitas Kristen mula-mula,
untuk mengikuti Kitab Suci dan rencana Allah.
Ini
menekankan perlunya mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Yudas Iskariot,
menunjukkan pentingnya otoritas kerasulan, dan kesinambungan pelayanan Yesus.
Itu
juga menyoroti sifat inklusif Gereja mula-mula, dan ketergantungan mereka pada
doa dan bimbingan ilahi, dalam pengambilan keputusan penting.
Selain
itu, bagian ini menggarisbawahi penggenapan nubuat, dan pentingnya kebangkitan
Yesus, sebagai aspek sentral dari iman Kristen.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?
Dalam
konteks kekinian, perikop ini membawa pesan yang mendalam bagi kita, sebagai
orang beriman.
Saat
kita menavigasi tantangan, dan kompleksitas kehidupan kita masa kini, penting
untuk memahami pesan Tuhan bagi kita.
Kisah
Para Rasul 1, ayat 15 sampai ayat 20, menyoroti rencana penebusan Allah yang
menyeluruh, yang telah digenapi dalam Yesus Kristus.
Saat
ini, Tuhan ingin agar kita memahami pentingnya pekerjaan penebusan-Nya, yang
diselesaikan melalui Yesus Kristus.
Sejarah
penebusan ini dirancang dan digenapi, sebagai bukti kesetiaan, kasih, dan
anugerah Allah bagi umat-Nya.
Kita
hidup di dunia, yang sering mencari pemenuhan dan tujuan, dalam pengejaran nafsu
duniawi.
Namun,
Tuhan memanggil kita untuk mengenali makna kekal dari rencana penebusan-Nya. Di
masa yang ditandai dengan ketidakpastian dan pergeseran nilai, kita harus
berpegang teguh pada kebenaran bahwa penebusan Allah, yang dicapai melalui
kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus, tetap menjadi sumber pengharapan,
makna, dan keselamatan tertinggi bagi seluruh umat manusia.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?
Memahami
pesan penebusan Allah, memampukan kita untuk menerapkan hal-hal praktis,
sebagai pengikut Kristus.
Pertama,
sebagai orang Kristen, kita harus merangkul sepenuhnya identitas kita, sebagai
umat tebusan.
Melalui
iman kepada Yesus Kristus, kita telah diubah dari kegelapan menjadi terang,
dari orang berdosa menjadi orang suci.
Hidup
kita harus mencerminkan realitas penebusan ini, dalam setiap aspek kehidupan
kita.
Ini
berarti, kita harus hidup sebagai individu yang diampuni, dan diperdamaikan
dengan Allah, mau dan mampu memberikan rahmat dan pengampunan, kepada orang
lain.
Perkataan,
tindakan, dan sikap kita, harus memancarkan kasih Kristus, menarik orang lain
untuk mengalami karya penebusan-Nya.
Kedua,
kita dipanggil untuk membagikan pesan penebusan kepada orang lain.
Sama
seperti para rasul mula-mula, menyaksikan kebangkitan Yesus dan mewartakan
karya penebusan-Nya, kita juga ditugaskan untuk menjadi saksi Kristus.
Konteks
kita saat ini, memberikan banyak kesempatan, untuk membagikan pengharapan
penebusan Kristus.
Marilah
kita memanfaatkan momen-momen ini, dengan terlibat dalam percakapan yang terencana,
menunjukkan belas kasih, dan menjalankan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Dengan
melakukannya, kita berpartisipasi dalam sejarah penebusan Allah yang sedang
berlangsung, mengundang orang lain ke dalam kasih karunia transformatif-Nya.
Akhirnya,
saat kita hidup di masa sekarang, kita harus menantikan penebusan Tuhan di masa
depan. Tuhan mengingatkan kita, bahwa pengkhianatan Yudas telah dinubuatkan,
menggarisbawahi kedaulatan Allah sepanjang sejarah.
Demikian
pula, kita dapat percaya, bahwa Tuhan sedang menjalankan tujuan penebusan-Nya
bagi kita, bahkan di tengah tantangan dan ketidakpastian, yang kita hadapi saat
ini.
Harapan
kita terletak pada kepastian, bahwa Kristus akan datang kembali, membawa
pemulihan dan penebusan terakhir bagi semua ciptaan.
Antisipasi
ini harus membentuk sikap, tindakan, dan prioritas kita, mendorong kita untuk
hidup sebagai penatalayan misi penebusan Allah, yang setia.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
kami
berterima kasih kepada-Mu, atas sejarah penebusan-Mu, yang digenapi melalui
Yesus Kristus.
Beri
kami hikmat, untuk memahami keinginan-Mu, bagi kami sebagai umat-Mu.
Tolong
kami menerapkan kebenaran karya penebusan-Mu, dalam kehidupan kami sehari-hari.
Semoga
kami sepenuhnya, merangkul identitas kami sebagai individu yang telah ditebus,
hidup sebagai saksi anugerah dan kasih-Mu.
Penuhi
kami dengan semangat, untuk membagikan pesan penebusan kepada orang-orang di
sekitar kami.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar