Tuhanlah Pemiliknya, Kita Hanya Pengelola yang Bertanggung Jawab. Mazmur 24: 1-2 | SBU GPIB Sangkakala.
Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Tuhanlah
Pemiliknya, Kita Hanya Pengelola yang Bertanggung Jawab.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Mazmur 24, ayat 1 sampai ayat 2, yang berbunyi sebagai berikut:
Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya,
dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya
di atas sungai-sungai.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Mazmur
ini dikaitkan dengan Raja Daud, dan dikenal sebagai mazmur pujian dan
peninggian kedaulatan, serta kekuasaan Tuhan.
Untuk
memahami isi dan makna ayat-ayat ini dalam konteksnya, kita dapat membaginya
menjadi empat bagian.
1.
Kepemilikan Tuhan atas bumi dan isinya.
Baris
pembuka, " Tuhanlah yang empunya
bumi, serta segala isinya," menetapkan premis fundamental dari mazmur
ini.
Ini
menekankan, bahwa Tuhan adalah pemilik dan penguasa tertinggi, dari seluruh
Bumi dan semua isinya. Pernyataan ini mencerminkan keyakinan, bahwa kekuasaan
Tuhan meliputi semua ciptaan, untuk menegaskan otoritas, dan kepemilikan-Nya.
2.
Tuhan sebagai Fondasi Semua Ciptaan.
Ungkapan
berikutnya, " dan dunia, serta yang diam di
dalamnya," memperluas gagasan tentang kepemilikan Tuhan.
Itu
tidak hanya mencakup Bumi fisik, tetapi juga semua orang yang menghuninya. Ayat
ini mengakui bahwa semua makhluk, baik manusia maupun bukan manusia, adalah
milik Tuhan.
Selain
itu, kalimat berikut, "Sebab Dialah yang
mendasarkannya, di atas lautan," menggarisbawahi kuasa dan otoritas
penciptaan Allah.
Itu
menyoroti peran Tuhan, sebagai pencipta dunia, menekankan kemampuan-Nya, untuk
membangun dan mempertahankannya.
3.
Kedaulatan dan Kebenaran Tuhan.
Ayat-ayat
ini membawa makna yang lebih dalam, di luar penegasan kepemilikan belaka.
Citra
ciptaan Tuhan yang didirikan di laut, dan didirikan di atas air, membangkitkan
citra kekacauan yang terkendali.
Ini
menggambarkan Tuhan, sebagai sumber utama keteraturan dan stabilitas di dunia.
Hal
ini dapat dilihat, sebagai penegasan akan kedaulatan, kebenaran, dan rencana
ilahi Allah atas ciptaan.
4.
Panggilan untuk Menghormati dan Menyembah
Tuhan.
Secara
keseluruhan, Mazmur ini berfungsi sebagai panggilan, untuk menghormati dan
menyembah Tuhan. Dengan mengakui kepemilikan dan kuasa penciptaan Allah,
pemazmur mendorong pembacanya, untuk mengakui dan menghormati otoritas dan
kekuasaan Allah.
Ayat-ayat
berikutnya, terus menerus meninggikan karakter Tuhan, dan mengundang masuknya
Raja Kemuliaan, ke tempat kediaman-Nya.
Dalam
pengertian ini, Mazmur 24, ayat 1 dan ayat 2, menetapkan dasar bagi sisa
mazmur, menyiapkan panggung untuk permuliaan dan penyembahan kepada Tuhan.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?
Dalam
konteks kita saat ini, dengan masalah lingkungan hidup yang semakin meningkat,
tantangan ekonomi, dan masalah sosial, penting bagi kita sebagai orang Kristen,
untuk memahami pesan Tuhan bagi kita, bagaimana kita harus menerapkannya dalam
hidup kita, dan pentingnya peran kita sebagai Pengelola, atau penatalayan, yang
bertanggung jawab.
Marilah
kita membuka hati dan pikiran kita saat kita menjelajahi kebenaran ini
bersama-sama.
Di
tengah dunia yang dilanda eksploitasi dan keserakahan, pesan Tuhan jelas, dan
tidak pernah berubah,
Dia
adalah Pemilik, atas Bumi dan segala isinya. Tanggung jawab kita adalah
mengenali kebenaran ini, dan menyesuaikan hidup kita dengannya. Tuhan ingin
agar kita mengerti, bahwa kita adalah penatalayan yang dipercayakan, untuk
mengelola ciptaan-Nya, dan Dia mengharapkan kita untuk menghormati dan
memeliharanya.
Sebagai
Penatalayan atau Pengelola yang bertanggung jawab, kita dipanggil untuk menjadi
pelayan yang baik atas ciptaan Tuhan. Ini berarti, kita menyadari, bahwa
tindakan kita memiliki konsekuensi, dan berjuang untuk membuat pilihan yang
sejalan dengan nilai-nilai Tuhan. Kita harus memperhatikan dampak ekologi kita,
mempromosikan praktik berkelanjutan kehidupan, dan mengadvokasi keadilan dan
kasih sayang. Mari kita bertanya pada diri sendiri, bagaimana kita saat ini
mengelola sumber daya yang ada, dan semua berkat yang telah dipercayakan Tuhan kepada
kita?
Kerinduan
Tuhan bagi kita, adalah mengembangkan rasa tanggung jawab yang mendalam, di
semua bidang kehidupan kita.
Sebagai
manajer yang bertanggung jawab, kita harus transparan dan jujur dalam urusan
kita, mengakui bahwa semua yang kita miliki, pada akhirnya adalah milik Tuhan.
Hal
ini berlaku tidak hanya pada harta benda kita, tetapi juga pada waktu, bakat,
dan hubungan kita dengan sesama, dan dengan alam semesta. Mari kita renungkan
apakah tindakan dan keputusan kita mencerminkan pemahaman sejati, tentang peran
kita sebagai Pengelola yang bertanggung jawab, atas sumber daya dan berkat yang
dititipkan kepada kita.
Untuk
memenuhi peran kita sebagai Pengelola yang bertanggung jawab, kita harus
mencari bimbingan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita.
Tuhan
ingin agar kita, hanya bersandar kepada-Nya untuk mendapatkan hikmat, kekuatan,
dan kearifan, melalui doa, mempelajari Firman-Nya, dan meminta bimbingan Roh
Kudus.
Hanya
dengan cara ini, kita dapat menyelaraskan keputusan dan tindakan kita, dengan
kehendak Tuhan, dan memastikan, bahwa kita menghormati Dia dalam pengelolaan
kita atas ciptaan-Nya.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?
Sebagai
orang Kristen, kita dipanggil untuk menjadi pembela lingkungan yang penuh
semangat. Mari kita terlibat aktif dalam praktik berkelanjutan kehidupan,
mendukung upaya konservasi, dan mengedukasi orang lain, tentang pentingnya
merawat ciptaan Tuhan. Dengan demikian, kita memberikan kesaksian, atas
keyakinan kita, bahwa Tuhan adalah Pemilik, dan kita, hanyalah pengelolanya,
yang harus mempertanggung jawabkan penatalayanan kita.
Tanggung
jawab kita sebagai Pengelola yang bertanggung jawab, mencakup interaksi kita
dengan orang lain.
Mari
kita berusaha untuk hidup etis dan adil, mempromosikan keadilan, kebaikan, dan
cinta dalam hubungan kita.
Melalui
kata-kata dan tindakan kami, semoga kita mencerminkan karakter Tuhan, dan
menginspirasi orang lain, untuk juga, menjalankan peran mereka, sebagai Pengelola
yang bertanggung jawab.
Terakhir,
sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk bermurah hati, dan berorientasi
pada pelayanan.
Marilah
kita memanfaatkan sumber daya yang Tuhan percayakan kepada kita, untuk kemajuan
orang lain juga. Apakah itu dalam bentuk berbagi waktu, bakat, atau berkat
finansial kita, biarlah pengelolaan kita ditandai dengan semangat tanpa pamrih,
yang mencerminkan kasih dan kemurahan hati, dari Pemilik Surgawi kita.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
kami
berterima kasih, karena Tuhan telah mengingatkan kami, bahwa Tuhan adalah
Pemilik dari segala sesuatu, dan kami hanyalah pengelolanya, yang harus
bertanggung jawab.
Berilah
kami hikmat dan keyakinan, untuk menyelaraskan hidup kami dengan keinginan-Muu.
Tolonglah
kami untuk menjadi penatalayan ciptaan-Muu yang baik, untuk hidup secara etis
dan adil, dan bermurah hati dalam pelayanan kami.
Semoga
hidup kami mencerminkan pemahaman kami akan kepemilikan-Muu, dan semoga kami
memuliakan nama-Muu, melalui pengelolaan kami yang bertanggung jawab.
Tuhan,
berdayakan kami untuk menjadi agen perubahan positif di dunia ini, membimbing
kami untuk membuat pilihan yang memuliakan-Muu, dan juga untuk meningkatkan
kesejahteraan orang lain.
Semoga
hidup kami menjadi bukti kepemilikan-Muu, dan komitmen kami terhadap manajemen
yang bertanggung jawab.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar