Langsung ke konten utama

12 Gerbang Yerusalem Baru, Melambangkan Penataan Allah Yang Sempurna. Wahyu 21:12-13 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

12 Gerbang Yerusalem Baru, Melambangkan Penataan Allah Yang Sempurna.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Wahyu 21, ayat 12 sampai ayat 13, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.

 Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. 

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Haleluya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Wahyu 21, ayat 12 dan 13, adalah bagian dari gambaran tentang Yerusalem Baru, kota surgawi yang dilihat Yohanes, dalam sebuah penglihatan.

 

Konteks dari ayat-ayat ini adalah, puncak dari rencana penebusan Allah, dan kemenangan akhir atas kejahatan. Yerusalem Baru melambangkan tempat tinggal Allah bersama umat-Nya, yang disebut sebagai, langit baru dan bumi baru.

 

Deskripsi tersebut menekankan pentingnya angka dua belas, yang melambangkan kelengkapan dan keteraturan ilahi. Dua belas gerbang dan dua belas malaikat di gerbang, menandakan bahwa akses ke Yerusalem Baru, tersedia untuk semua umat beriman dari dua belas suku Israel. Ini melambangkan masuknya umat perjanjian Allah, baik Israel Perjanjian Lama, maupun orang percaya dari segala bangsa, yang dikenal sebagai Israel Perjanjian Baru, yang telah dicangkokkan ke dalam keluarga Allah, melalui Yesus Kristus.

 

Penataan gerbang, di ke-empat mata angin, yaitu tiga di setiap sisinya, menyampaikan gagasan aksesibilitas dari segala arah. Itu menunjukkan, bahwa orang-orang dari setiap penjuru bumi, dapat masuk ke dalam hadirat Allah yang mulia. Gerbang tidak dimaksudkan untuk membatasi, atau menghalangi, tetapi untuk menyambut, mengundang semua orang yang ingin masuk, ke tempat kediaman kekal Allah.

 

Secara keseluruhan, Wahyu 21, ayat 12 dan 13, menggambarkan kesatuan, keragaman, dan inklusivitas komunitas tebusan Allah. Itu menekankan penggenapan janji-janji Allah, dan kemenangan akhir kerajaan-Nya atas kuasa maut. Perikop ini mendorong orang percaya, untuk menantikan hari, ketika mereka akan memasuki Yerusalem Baru, mengalami kepenuhan hadirat Allah, dan tinggal bersama-Nya untuk selama-lamanya.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?

 

Dua belas gerbang Yerusalem Baru, melambangkan keinginan Tuhan bagi semua orang, untuk memiliki akses penuh ke hadirat-Nya. Itu mengajarkan kita, bahwa bimbingan dan keselamatan Tuhan, tersedia secara gratis untuk semua orang, terlepas dari latar belakang, kebangsaan, atau keadaan mereka. Kita dipanggil untuk merangkul inklusivitas, dan membagikan pesan kasih Allah ini, kepada semua orang.

 

Dua belas gerbang, masing-masing mewakili salah satu dari dua belas suku Israel, menandakan keteraturan dan kelengkapan ilahi. Tuntunan Tuhan meliputi seluruh aspek kehidupan kita. Itu mengajarkan kita, bahwa rencana Tuhan itu komprehensif, mencakup setiap bidang, mulai dari membangun hubungan, hingga keputusan karier yang akan dipilih. Kita diingatkan untuk mencari tuntunan-Nya dalam setiap langkah, percaya bahwa hikmat dan rencana sempurna-Nya, akan menuntun kita, dalam perjalanan hidup kita.

 

Perumpamaan tentang pintu gerbang, mengingatkan kita akan perlunya mencari tuntunan Tuhan, dalam perjalanan hidup kita. Kita cenderung membuat keputusan berdasarkan pemahaman kita yang terbatas, tetapi tuntunan Tuhan melampaui hikmat manusia kita. Dengan mencari bimbingan-Nya, kita akan menyelaraskan diri dengan kehendak-Nya, mengalami berkat-berkat-Nya, dan memenuhi tujuan kita dalam kerajaan-Nya.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?

 

Kita harus memupuk kebiasaan mencari tuntunan Tuhan melalui doa. Dengan berkomunikasi dengan-Nya, kita membuka diri kita untuk pimpinan dan arahan-Nya. Marilah kita membawa setiap rencana yang kita buat, keputusan kita, dan kekhawatiran kita ke hadapan-Nya, mencari hikmat dan bimbingan-Nya, di semua aspek kehidupan kita.

 

Percaya pada tuntunan Tuhan, berarti menyerahkan kehendak kita kepada-Nya. Kita perlu melepaskan pemahaman kita sendiri, dan percaya bahwa jalan-Nya lebih tinggi dan lebih baik. Bahkan ketika bimbingan-Nya tampak asing atau menantang, kita harus beriman pada pengetahuan-Nya yang sempurna, dan sepenuhnya mengikuti pimpinan-Nya.

 

Gerbang Yerusalem Baru yang terbuka, mengundang kita untuk berjalan melewatinya, dan mengalami tuntunan Tuhan dalam perjalanan hidup kita. Sebagai orang Kristen, kita harus secara aktif mengikuti tuntunan Tuhan dalam ketaatan dan iman. Marilah kita terbuka pada arahan-Nya, bersedia melangkah dalam ketaatan, dan yakin bahwa bimbingan-Nya yang sempurna, yang akan menuntun kita ke kehidupan yang memiliki tujuan dan kepuasan.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

kami berterima kasih kepada-Mu, atas dua belas pintu gerbang yang melambangkan bimbingan-Mu yang sempurna. Bantu kami mencari hikmat, bimbingan, dan arahan-Mu dalam setiap aspek kehidupan kami. Perkuat iman kami untuk percaya pada rencana-Mu, bahkan ketika itu tampak asing. Pimpin kami melalui gerbang bimbingan ilahi, agar kami dapat berjalan dalam tujuan-Muu, dan mengalami berkat-berkat-Mu.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...