Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Berkat
Kesulungan Bisa Diwariskan Sesuai Kedaulatan Tuhan.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Kejadian 27, ayat 1 sampai ayat 4, yang berbunyi sebagai berikut:
Ketika Ishak sudah tua, dan matanya telah kabur, sehingga ia
tidak dapat melihat lagi, dipanggilnyalah Esau, anak sulungnya,
serta berkata kepadanya: "Anakku." Sahut Esau: "Ya,
bapa."
Berkatalah Ishak: "Lihat, aku sudah tua, aku tidak tahu
bila hari kematianku.
Maka sekarang, ambillah senjatamu, tabung panah dan busurmu,
pergilah ke padang dan burulah bagiku seekor binatang;
olahlah bagiku makanan yang enak, seperti yang kugemari,
sesudah itu bawalah kepadaku, supaya kumakan, agar aku memberkati engkau,
sebelum aku mati.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Haleluya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Kejadian
27, ayat 1 sampai ayat 4, adalah bagian penting dalam kitab Kejadian, dan
konteksnya memberi kita pemahaman yang lebih dalam tentang isi, makna, dan
maksudnya. Bagian ini berkisar pada kisah Yakub dan Esau, saudara kembar yang
merupakan putra Ishak dan Ribka.
Untuk
memahami kitab ini, kita perlu melihat peristiwa-peristiwa yang mengarah ke
kejadian itu. Ishak, sang ayah, sudah tua dan buta, dan sebelum dia meninggal, dia
bermaksud memberikan berkatnya kepada putra sulungnya, Esau. Namun, Ribka, sang
ibu, menyukai Yakub, dan menyusun rencana untuk memastikan bahwa Yakub, yang
akan menerima berkat Kesulungan sebagai gantinya.
Ishak
memanggil Esau, menginstruksikannya untuk menyiapkan makanan yang disukai
Ishak, dan setelah itu Ishak akan memberkati Esau. Tetapi Ribka, yang tidak
sengaja mendengar percakapan Ishak dengan Esau, menyusun rencana untuk menipu
Ishak, dan sebagai gantinya mengamankan berkat Kesulungan itu bagi Yakub.
Isi
perikop ini terutama berkaitan dengan pemindahan berkat yang dimaksudkan dari
Ishak kepada Esau. Itu menggambarkan keinginan Ishak untuk memberkati putra
sulungnya, kesediaan Esau untuk memenuhi permintaan ayahnya, dan pengetahuan
Ribka tentang niat Ishak, yang berusaha menggagalkannya, demi kepentingan
Yakub.
Makna
perikop ini terletak pada dinamika kompleks hubungan keluarga, sikap pilih
kasih, dan konsekuensi dari penipuan. Ini mengungkapkan ketegangan antara,
Ishak yang lebih menyukai Esau, dan Ribka yang lebih menyukai Yakub, dan
konflik yang diakibatkan antara kedua bersaudara itu. Bagian ini juga
menekankan pentingnya berkat seorang ayah dalam budaya Timur zaman dulu, karena
membawa implikasi spiritual dan material, bagi penerimanya.
Selain
itu, perikop ini menyoroti tema menyeluruh, tentang kedaulatan Allah dan
penggenapan-Nya, atas janji-janji-Nya. Terlepas dari tindakan penipuan Ribka
dan Yakub, rencana Allah untuk memberkati Yakub, dan menjadikannya penerima
janji perjanjian tetap berlaku. Itu menandakan peristiwa selanjutnya dalam
kehidupan Yakub, dan konsekuensi yang dia hadapi, sebagai akibat dari
penipuannya.
Maksud
dari bacaan Alkitab hari ini adalah, untuk memberikan wawasan tentang jaringan
hubungan yang rumit, dalam keluarga Ishak dan Ribka. Itu mengatur panggung
untuk peristiwa dramatis yang mengikutinya, termasuk Yakub yang menyamar
sebagai Esau, dan mengambil berkat yang dimaksudkan untuk Esau, rasa
pengkhianatan yang mendalam dari Esau, dan keretakan berikutnya di antara
saudara-bersaudara. Bagian ini pada akhirnya berfungsi sebagai titik poros
naratif, yang mengarah ke konsekuensi yang signifikan, dan menggambarkan
terungkapnya rencana Tuhan, untuk garis keturunan yang dipilih-Nya.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?
Perikop
ini menyoroti kisah Yakub dan Esau, di mana Ishak bermaksud untuk menyampaikan
berkatnya kepada putra sulungnya, Esau. Namun, melalui campur tangan ilahi, dan
cara kerja rencana Allah yang rumit, Yakub malah menerima berkat-berkat itu.
Narasi ini menyampaikan beberapa pelajaran penting untuk kita pelajari dan
terapkan, sebagai orang Kristen masa kini.
Pertama,
kita diingatkan bahwa Allah adalah pengatur utama berkat. Dia memiliki otoritas
dan hak prerogatif, untuk menentukan bagaimana berkat diwariskan. Dalam kisah
Yakub dan Esau, kehendak Tuhan mengalahkan rencana dan keinginan manusia. Ini
mengajarkan kita untuk percaya pada kedaulatan Tuhan, dan menerima bahwa,
segala berkat, hanya datang dari Tuhan.
Kedua,
perikop ini menekankan pentingnya kesetiaan dan ketaatan. Yakub dipilih untuk
menerima berkat, karena dia bersedia mengikuti tuntunan Allah, dan memenuhi
tujuan-tujuan-Nya. Sebagai orang Kristen, kita juga harus berusaha
menyelaraskan hidup kita dengan kehendak Tuhan, menaati perintah-perintah-Nya,
dan mencari tuntunan-Nya dalam segala aspek kehidupan kita. Melalui ketaatan
yang setia, kita memposisikan diri kita untuk mewarisi berkat-berkat yang Tuhan
sediakan bagi kita.
Terakhir,
kisah Yakub dan Esau mengajarkan kita tentang kuasa penebusan dan kasih
karunia. Terlepas dari tindakan penipuan Yakub, kasih karunia dan rencana
penebusan Allah terbukti sebagai yang paling benar. Ini mengingatkan kita,
bahwa Tuhan dapat menebus kesalahan kita, dan bekerja sama dalam segala hal,
untuk kebaikan kita, sesuai dengan tujuan-Nya. Itu mendorong kita untuk
memercayai kemampuan Allah, untuk mengubah keadaan kita, dan menghasilkan
berkat dengan cara yang tidak terduga.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?
Sebagai
orang Kristen, kita harus menerapkan pelajaran ini dalam hidup kita.
Kita
harus percaya pada kedaulatan Tuhan, dan menyerahkan keinginan dan rencana kita,
hanya pada kehendak Tuhan.
Kita
harus berusaha untuk tetap setia dan taat, mencari tuntunan Tuhan dalam segala
bidang kehidupan kita.
Dan
ketika kita melakukan kesalahan, semoga kita menemukan kenyamanan dalam kasih
karunia Allah, dan percaya pada kuasa penebusan-Nya.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
kami
berterima kasih atas pesan yang penuh kuasa dalam Firman Tuhan hari ini. Tolong
kami untuk percaya pada kedaulatan-Mu, mengetahui bahwa berkat hanya datang
dari tangan-Mu. Ajari kami untuk setia dan taat, mencari tuntunan-Mu, dalam
segala aspek kehidupan kami. Dan ketika kami tersandung, Tuhan, semoga kasih
karunia dan kuasa penebusan-Mu, mengubah keadaan kami.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar