Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Hidup
Dalam Cahaya Keabadian Untuk Mendapatkan Harta Abadi.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Efesus 5, ayat 1 sampai ayat 5, yang berbunyi sebagai berikut:
Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang
kekasih
dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga
telah mengasihi kamu dan telah
menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai
persembahan dan korban yang harum bagi Allah.
Tetapi percabulan dan
rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut
sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang
kudus.
Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi
sebaliknya ucapkanlah syukur. Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada
orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala,
yang mendapat bagian di
dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Efesus
5, ayat 1 sampai ayat 5, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, yang
memberikan pedoman moral dan etika, bagi orang yang percaya kepada Kristus.
Untuk memahami isi dan artinya, penting untuk mempertimbangkan konteks surat
Efesus secara keseluruhan.
Rasul
Paulus menulis surat kepada orang Efesus ketika dia dipenjarakan, yang ditujukan
kepada gereja di Efesus. Surat ini dimaksudkan untuk mengajar dan mendorong
orang percaya dalam iman Kristen mereka, dan untuk memberikan bimbingan tentang
bagaimana menjalani kehidupan yang layak, sesuai panggilan mereka sebagai
pengikut Kristus.
Dalam
Efesus 5, ayat 1 sampai ayat 5, Paulus memulai suratnya, dengan mendesak
orang-orang Efesus, untuk meneladani Allah sebagai anak-anak yang dikasihi.
Panggilan untuk meniru teladan kasih Kristus ini, berdasarkan gagasan, bahwa
orang percaya adalah penerima kasih dan anugrah Allah, melalui Yesus Kristus.
Dengan meniru Allah, mereka harus berjalan dalam kasih, sama seperti Kristus
mengasihi mereka, dan menyerahkan diri-Nya bagi mereka. Maksudnya di sini,
adalah untuk membangkitkan kasih pengorbanan Kristus, dan mendorong orang
percaya untuk menunjukkan kasih yang serupa kepada orang lain.
Paulus
kemudian membahas perilaku tertentu, yang harus dihindari oleh orang percaya,
yaitu amoralitas seksual, kenajisan, dan keserakahan. Ini adalah dosa umum
dalam budaya Yunani-Romawi pada waktu itu, dan orang-orang percaya di Efesus,
akan menghadapi godaan dari praktek-praktek semacam itu. Dengan konsekuensi
dosa-dosa ini, Paulus menekan perlunya orang percaya untuk hidup berbeda,
memisahkan diri dari perilaku tidak bermoral dari budaya sekitarnya, dan
mengejar kehidupan yang suci dan kudus.
Selain
percabulan dan kenajisan, Paulus juga menyebutkan, untuk menghindari perkataan
yang jorok, omong kosong, dan lelucon cabul. Referensi ini menunjukkan
pentingnya berbicara dan penggunaan Bahasa yang baik dan baku. Orang yang
percaya pada Yesus Kristus, didorong untuk menjaga kata-kata mereka, dan
menggunakan kata-kata yang meneguhkan dan membangun orang lain, daripada
terlibat dalam kata-kata yang tidak pantas atau menyakitkan hati orang lain.
Tujuannya adalah untuk mempromosikan kemurnian budaya dan rasa hormat, baik
dalam tindakan maupun kata-kata.
Selain
itu, Paulus mengingatkan, agar mereka tidak berpartisipasi dalam segala bentuk
penyembahan berhala. Penyembahan berhala dalam konteks ini, tidak hanya merujuk
pada penyembahan berhala fisik, tetapi juga segala sesuatu yang menggantikan
posisi Tuhan dalam kehidupan seseorang. Penekanannya adalah, pada eksklusivitas
pengabdian kepada Tuhan, dan bahaya membiarkan apa pun atau siapa pun, yang
akan menggantikan Tuhan dalam kasih sayang, dan dalam memprioritaskan
seseorang. Tujuannya adalah, untuk mengingatkan orang-orang percaya, untuk
menjadikan Tuhan sebagai prioritas dan fokus utama kehidupan mereka,
menghindari segala bentuk penyembahan berhala.
Paulus
mengakhiri perikop ini dengan menyatakan, bahwa tidak seorang pun yang
melakukan dosa-dosa ini, akan masuk ke dalam kerajaan Allah. Pernyataan ini
berfungsi sebagai peringatan keras bagi orang percaya di Efesus, dan memperkuat
pentingnya menjalani kehidupan yang benar dan murni. Tujuannya adalah untuk
memotivasi orang percaya, untuk melawan segala perbuatan dosa, dan
menyelaraskan hidup mereka dengan nilai-nilai, dan prinsip kerajaan Allah.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?
Tuhan
menginginkan kita, untuk meneladani Kristus, dengan berjalan dalam kasih Allah,
sama seperti Kristus, telah mengasihi kita dengan cara berkorban.
Kita
dipanggil untuk menolak perilaku tidak bermoral dan kenajisan, dan menjauhkan
diri dari penyembahan berhala di dunia ini.
Ucapan
kita harus mencerminkan kesucian, menghindari kata-kata kotor dan bodoh, dan berusaha
mengucapkan kata-kata yang membangun orang lain.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?
Kita
harus memiliki perspektif kekal, dengan mengakui, bahwa pilihan dan tindakan
kita, memiliki konsekuensi yang langgeng.
Prioritaskan
cinta kasih, kebaikan, dan kemurnian dalam berinteraksi, dan dalam membangun hubungan
kita dengan Tuhan dan sesama.
Kita
harus menjaga tutur kata kita sehari-hari, menggunakan kata-kata yang
meneguhkan dan yang meningkatkan kesatuan dan persatuan.
Kita
harus menahan godaan berhala duniawi, khususnya mammon masa kini, dan menjadikan
Tuhan sebagai fokus utama kita.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
bantu
kami untuk hidup dalam terang keabadian Tuhan, berusaha untuk meneladani kasih
dan kesalehan-Muu. Berilah kami kekuatan untuk menolak maksiat, mengutamakan
kesucian, dan menjaga perkataan kami. Mampukan kami untuk menolak godaan dunia
ini, dan fokus membangun harta abadi di kerajaan-Muu.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar