Kasih dan Pengorbanan Kristus Menjadi Model Bagi Suami Istri Kristen. Efesus 5:24-26 | SBU GPIB Sangkakala.
Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Kasih
dan Pengorbanan Kristus Menjadi Model Bagi Suami Istri Kristen.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Efesus 5, ayat 24 sampai ayat 26, yang berbunyi sebagai berikut:
Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus,
demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus
telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya
dengan memandikannya dengan air dan firman,
Demikian
Pembacaan Alkitab. Haleluya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Efesus
5, ayat 24 sampai ayat 26, adalah bagian yang bisa ditemukan dalam Alkitab
Perjanjian Baru, khususnya dalam surat yang ditulis oleh rasul Paulus kepada
gereja Efesus. Untuk memahami sepenuhnya isi dan makna dari ayat-ayat ini,
penting juga untuk mempertimbangkan konteks yang lebih luas dari surat
tersebut.
Perikop
ini adalah petikan dari bagian yang lebih besar, di mana Paulus membahas
hubungan dan tanggung jawab, dalam sebuah rumah tangga Kristen. Dia membahas
peran suami dan istri, menekankan pentingnya saling tunduk, saling mengasihi
atas dasar pengorbanan, dan pertumbuhan bersama secara spiritual.
Dalam
konteks surat Efesus yang lebih luas, Paulus menyoroti kesatuan dan tujuan
gereja. Dia menjelaskan, bahwa orang percaya adalah anggota tubuh Kristus,
yaitu gereja, dan dipanggil untuk hidup dengan cara yang mencerminkan identitas
ini. Paulus mendorong jemaat Efesus untuk hidup dalam kasih, meneladani Allah,
dan hidup sebagai anak-anak terang.
Ketika
secara khusus memeriksa Efesus 5, ayat 24 sampai ayat 26, penting untuk
diperhatikan, bahwa perikop ini dimulai dengan menggambarkan kesejajaran antara
hubungan gereja dan Kristus, dengan hubungan, antara suami dan istri. Sama
seperti gereja tunduk kepada Kristus, para istri didorong untuk tunduk kepada
suami mereka. Namun, sangat penting untuk menafsirkan konsep ketundukan dalam
konteks yang lebih luas dari ajaran Paulus, yang harus dilihat dari prinsip
kasih Kristiani-nya, dan saling menghormati.
Bagian
itu, secara khusus ditujukan kepada para suami, memerintahkan mereka untuk
mengasihi istri mereka, sebagaimana Kristus mengasihi gereja. Perbandingan ini,
menetapkan standar yang tinggi bagi para suami, karena kasih Kristus bagi
gereja adalah tanpa pamrih, berani berkorban, dan tanpa syarat. Kristus
menyerahkan diri-Nya untuk gereja, menunjukkan kedalaman kasih dan
komitmen-Nya.
Selanjutnya,
perikop tersebut menyebutkan, bahwa tujuan Kristus menyerahkan diri-Nya bagi
gereja adalah, untuk menguduskannya dan menyucikannya. Ini mengacu pada
pembersihan dan transformasi rohani, yang terjadi melalui karya Kristus dalam
kehidupan orang percaya. Perumpamaan membasuh dengan air melalui firman,
menunjukkan bahwa gereja, yang secara metaforis direpresentasikan sebagai
mempelai Kristus, disucikan dan dikuduskan melalui Firman Allah.
Singkatnya,
Efesus 5, ayat 24 sampai ayat 26, menekankan tanggung jawab timbal balik,
antara suami dan istri dalam rumah tangga Kristen. Itu menyerukan para istri,
untuk tunduk kepada suami mereka, dengan cara yang ditandai dengan cinta kasih,
rasa hormat, dan saling tunduk. Para suami, di sisi lain, dipanggil untuk mengasihi
istri mereka tanpa pamrih, dan kerelaan untuk berkorban, mencerminkan kasih
yang diperlihatkan Kristus bagi gereja. Perikop ini menggarisbawahi pertumbuhan
rohani dan pengudusan, yang terjadi melalui kekuatan transformatif dari kasih
Kristus dan Sabda Allah. Secara keseluruhan, tujuannya adalah untuk memberikan
bimbingan bagi hubungan yang sehat dan harmonis dalam pernikahan Kristen, yang
didasarkan pada kasih, saling menghormati, dan teladan kasih Kristus yang tanpa
pamrih bagi gereja.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?
Bacaan
Alkitab hari ini, menyampaikan beberapa pesan penting dari Tuhan.
Pertama-tama,
ini menyoroti pentingnya saling menundukkan diri, dan saling mengasihi, sebagai
bentuk pengorbanan dalam pernikahan
Kristen.
Tuhan
menginginkan suami dan istri, meniru hubungan antara Kristus dan gereja, di
mana kasih Kristus yang tanpa pamrih, dan tindakan pengorbanan menjadi model
bagi para suami.
Dalam
konteks sekarang ini, pesan-pesan ini mengingatkan kita, akan relevansi abadi
rancangan Allah, bagi pernikahan kristiani. Tuhan menantang kita untuk menolak
pola-pola perkawinan duniawi, dan merangkul prinsip-prinsip kasih, yang
disertai rasa hormat, dan tidak mementingkan diri.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?
Baik
suami, maupun istri, dipanggil untuk saling menundukkan diri satu sama lain, yang
menunjukkan bahwa, keduanya menghormati Kristus. Ini melibatkan pengakuan, dan
menghormati peran suami dan istri, adanya kekuatan, dan pentingnya pendapat
satu sama lain, dalam pernikahan. Itu membutuhkan kerendahan hati, komunikasi
terbuka, dan kesediaan untuk saling melayani.
Para
suami secara khusus diinstruksikan untuk mengasihi istri mereka, sebagaimana
Kristus mengasihi gereja. Ini berarti, suami mengasihi tanpa pamrih,
menempatkan kebutuhan istri di atas kebutuhan suami, rela dan siap berkorban,
dan secara aktif mencari kesejahteraan bersama. Para istri dipanggil untuk
menanggapi kasih ini, dengan rela menundukkan diri kepada suami mereka, dengan
cara yang mencerminkan saling menghormati, dan kesetaraan dalam bentuk
kemitraan.
Pembasuhan
dengan air melalui firman Tuhan, melambangkan pembersihan dan transformasi
rohani yang terjadi, dalam kehidupan orang percaya. Kedua pasangan didorong
untuk memprioritaskan pertumbuhan rohani mereka, dan dalam mempelajari Firman
Tuhan. Dengan melakukan itu, mereka menciptakan lingkungan iman bersama, dan
memperdalam keintiman dalam pernikahan mereka.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
kami
berterima kasih atas hikmat abadi yang ditemukan dalam bacaan Alkitab hari ini.
Bantulah kami, sebagai suami dan istri Kristen, untuk menerima kasih dan
pengorbanan Kristus, sebagai model, untuk kami teladani.
Semoga
kami, dengan rendah hati, rela tunduk satu sama lain, menunjukkan saling
menghormati, dan tidak mementingkan diri sendiri. Perkuat komitmen kami untuk
cinta pengorbanan, agar kami dapat mencerminkan karakter Kristus dalam
pernikahan kami. Bimbing kami dalam pertumbuhan rohani kami, saat kami
membiarkan Firman Tuhan, membersihkan dan mengubah kami.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar