Langsung ke konten utama

Ketundukan Istri pada Suami, Meneladani Kasih dan Pengorbanan Kristus. Efesus 5: 22-23 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Ketundukan Istri pada Suami, Meneladani Kasih dan Pengorbanan Kristus.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 22 dan ayat 23, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,

 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Haleluya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Perikop ini adalah petikan dari bagian yang lebih besar di kitab Efesus, yang membahas berbagai aspek kehidupan dan dalam membangun hubungan orang Kristen. Ayat-ayat sebelum dan sesudahnya, membahas tentang saling tunduk dan kasih yang berkorban, yang seharusnya menjadi ciri hubungan antara suami dan istri, serta hubungan antara Kristus dan Gereja.

 

Dalam memahami bagian ini, penting untuk mempertimbangkan konteks budaya dan sejarah di mana bagian itu ditulis. Dalam masyarakat Yunani-Romawi saat itu, terdapat hierarki yang jelas dan struktur patriarkal, di mana laki-laki memegang posisi otoritas, dan perempuan diharapkan tunduk kepada suami mereka. Oleh karena itu, ada yang berpendapat, bahwa perikop ini mencerminkan norma budaya pada masa itu.

 

Namun, sangat penting untuk menafsirkan bagian ini dalam ajaran Alkitab yang lebih luas, yang menekankan kesetaraan, cinta kasih, dan saling menghormati di antara orang percaya. Alkitab secara konsisten mengajarkan penghargaan dan nilai yang sama, antara pria dan wanita sebagaimana diciptakan menurut gambar Allah. (Baca Kejadian 1, ayat 27, dan Galatia 3, ayat 28).

 

Dalam perikop khusus ini, Paulus menggunakan metafora pernikahan, untuk mengilustrasikan hubungan antara Kristus dan Gereja. Dia menarik kesejajaran antara peran suami dalam pernikahan, dengan peran Kristus sebagai kepala Gereja. Sama seperti Kristus dengan pengorbanan mengasihi dan memimpin Gereja, para suami dipanggil untuk mengasihi dan memimpin istri mereka dengan pengorbanan.

 

Perintah bagi para istri, untuk "tunduk kepada suami mereka sendiri," tidak berarti inferioritas, atau sikap tunduk mereka. Sebaliknya, itu berbicara tentang tindakan sukarela seorang istri, untuk menghormati, bekerja sama, dan mendukung suaminya, dalam hubungan pernikahan. Penting untuk dicatat, bahwa ajaran ini secara khusus, ditujukan kepada istri dan suami dalam pernikahan Kristen, bukan resep umum untuk semua hubungan antar suami istri.

 

Selain itu, perikop tersebut menempatkan tanggung jawab yang signifikan pada suami. Mereka dipanggil untuk mencintai istri mereka, sebagaimana Kristus mencintai Gereja, dengan pengorbanan, yang tanpa pamrih. Penekanannya pada peran suami sebagai pemimpin yang melayani, bukan sebagai sosok yang otoriter, dan memaksa istrinya, untuk tunduk padanya.

 

Ringkasnya, maksud dari Efesus 5, ayat 22 dan ayat 23, adalah untuk memberikan pedoman bagi pernikahan Kristen, menekankan saling mengasihi, menghormati, dan pelayanan berbasis pengorbanan. Perikop ini mendorong para istri, untuk secara sukarela mendukung dan bekerja sama dengan suami mereka, sementara suami dipanggil untuk mengasihi dan memimpin istri mereka, dengan kerelaan untuk berkorban, yang mencerminkan hubungan Kristus dengan Gereja. Sangat penting untuk menafsirkan bagian ini dalam terang ajaran Alkitab yang lebih luas tentang kesetaraan, cinta kasih, dan saling menghormati, untuk semua orang percaya.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?

 

Dalam konteks sekarang, Efesus 5, ayat 22 dan ayat 23, mengingatkan kita akan keinginan Allah, agar pernikahan kita mencerminkan kasih pengorbanan suami, dan ketundukan istri, yang didemonstrasikan oleh Kristus, untuk kita teladani.

Itu mengajarkan kita, akan pentingnya untuk tidak mementingkan diri sendiri, perlunya kerendahan hati dan saling menghormati, dalam hubungan sebuah pernikahan. Itu mendorong istri untuk rela tunduk kepada suami mereka, sebagai bukti nyata dari cinta kasihnya, sementara suami dipanggil untuk memimpin dengan kasih dan pengorbanan, dan sikap seperti pemimpin yang melayani. Perikop ini mendesak kita untuk meniru teladan penyerahan diri dan kasih pengorbanan Kristus, dalam semua hubungan pernikahan kita.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?

 

Sebagai pengikut Kristus, kita harus menganut konsep saling tunduk dalam pernikahan kita. Baik suami maupun istri, harus rela mengalah satu sama lain, mencari kesejahteraan satu sama lain, dan saling melayani dengan cinta kasih dan hormat.

 

Kita harus meniru kasih pengorbanan Kristus dalam hubungan perkawinan kita. Suami dipanggil untuk mengasihi istri tanpa pamrih, mengutamakan kebutuhan istri di atas kebutuhan suami. Istri didorong untuk mendukung dan menghormati suami, menumbuhkan suasana cinta kasih dan dorongan dalam pernikahan.

 

Dengan menganut prinsip penyerahan diri dan cinta pengorbanan, kita harus menghormati rancangan Tuhan untuk sebuah pernikahan Kristen. Kita harus menyadari, bahwa hubungan pernikahan, adalah cerminan kasih Kristus bagi Gereja-Nya, dan kesempatan untuk menunjukkan kasih dan rahmat Allah, kepada dunia di sekitar kita.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

kami berterima kasih atas hikmat dan bimbingan Tuhan, melalui bacaan Alkitab hari ini. Tolonglah kami, sebagai anak-anakMu, untuk menerapkan ajaran ini dalam pernikahan kami. Ajarkan kami arti sebenarnya, dari keteladanan Kristus, dalam penyerahan diri dan kasih pengorbanan. Semoga kami mampu mencerminkan teladan Kristus dalam hubungan kami sebagai suami istri. Semoga pernikahan kami menjadi kesaksian atas rahmat dan kasih-Mu kepada dunia.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...