Langsung ke konten utama

Menghidupi Kasih Tuhan, dan Menikmati Kasih-Nya yang Tak Bersyarat. Yesaya 34:1-8 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Menghidupi Kasih Tuhan, dan Menikmati Kasih-Nya yang Tak Bersyarat.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Yesaya 34, ayat 1 sampai ayat 8, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Marilah mendekat, hai bangsa-bangsa, dengarlah, dan perhatikanlah, hai suku-suku bangsa! Baiklah bumi serta segala isinya mendengar, dunia dan segala yang terpancar dari padanya.

 Sebab TUHAN murka atas segala bangsa, dan hati-Nya panas atas segenap tentara mereka. Ia telah mengkhususkan mereka untuk ditumpas dan menyerahkan mereka untuk dibantai.

 Orang-orangnya yang mati terbunuh akan dilemparkan, dan dari bangkai-bangkai mereka akan naik bau busuk; gunung-gunung akan kebanjiran darah mereka. 

 Segenap tentara langit akan hancur, dan langit akan digulung seperti gulungan kitab, segala tentara mereka akan gugur seperti daun yang gugur dari pohon anggur, dan seperti gugurnya daun pohon ara. 

 Sebab pedang-Ku yang di langit sudah mengamuk, lihat, ia turun menghakimi Edom, bangsa yang Kukhususkan untuk ditumpas.

 TUHAN mempunyai sebilah pedang yang berlumuran darah dan yang penuh lemak, yaitu darah anak-anak domba dan kambing-kambing jantan dan lemak buah pinggang domba-domba jantan. Sebab TUHAN mengadakan penyembelihan korban di Bozra dan pembantaian besar di tanah Edom. 

 Banteng-banteng akan rebah mati bersama-sama domba dan kambing itu, dan lembu-lembu jantan yang muda bersama-sama lembu-lembu jantan yang gagah, seluruh negerinya diresapi oleh darah, dan tanah mereka penuh dengan lemak. 

 Sebab TUHAN mendatangkan hari pembalasan dan tahun pengganjaran  karena perkara Sion.

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Yesaya 34, ayat 1 sampai ayat 8, adalah bagian dari kitab Yesaya dalam Alkitab. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, kita perlu mempelajari konteks penulisannya.

 

Kitab Yesaya berisi nubuatan dan pesan dari nabi Yesaya, yang hidup pada abad ke-8 Sebelum Masehi.

Dalam Yesaya 34, sang nabi menyampaikan pesan penghakiman atas bangsa-bangsa, khususnya bangsa Edom. Edom adalah bangsa tetangga Israel, keturunan dari Esau, saudara laki-laki Yakub. Perikop ini dimulai dengan seruan bagi semua bangsa untuk mendengarkan dan memperhatikan pesan Tuhan, karena penghakiman Allah akan dicurahkan atas mereka.

 

Ayat 2 menggambarkan murka Tuhan, dan kehancuran yang akan menimpa bangsa-bangsa. Bahasa yang digunakan sangat simbolis, menggambarkan pergolakan kosmik, dan peristiwa bencana alam. Langit digambarkan tergulung seperti gulungan, dan sekumpulan bintang berjatuhan dari langit. Gambaran ini dimaksudkan untuk menyampaikan tingkat keparahan, dan besarnya penghakiman yang akan terjadi.

 

Dalam ayat 3 dan 4, fokusnya secara khusus bergeser ke kehancuran Edom. Tanah itu digambarkan berlumuran darah, dan gunung-gunung ditutupi dengan mayat. Gambaran yang jelas ini menggarisbawahi besarnya kehancuran, yang akan menimpa Edom, sebagai akibat dari penghakiman Allah. Perlu dicatat bahwa, Edom memiliki sejarah permusuhan yang panjang terhadap Israel, dan penghakiman mereka yang akan datang, dipandang sebagai bentuk pembalasan ilahi.

 

Ayat 5 sampai ayat 8, masih menggambarkan kehancuran dan kehancuran yang akan menimpa Edom. Tanah itu akan menjadi gurun, tanpa kehidupan, dan hanya dihuni oleh binatang buas. Perumpamaan yang digunakan di sini, mengingatkan kita pada penghancuran Sodom dan Gomora, yang menekankan sifat penghakiman yang tidak dapat dibatalkan, yang akan dijatuhkan Allah atas Edom.

 

Makna keseluruhan dari Yesaya 34, ayat 1 sampai ayat 8, adalah deklarasi penghakiman Allah atas bangsa-bangsa, dengan fokus khusus pada Edom. Itu berfungsi sebagai pengingat bahwa Tuhan adalah otoritas tertinggi dan hakim atas semua bangsa, dan dia akan meminta pertanggungjawaban mereka atas tindakan mereka. Gambaran yang jelas dan apokaliptik, yang digunakan dalam perikop ini, dimaksudkan untuk menyampaikan keseriusan penghakiman Allah, dan konsekuensinya yang tak terhindarkan.

 

Dari perspektif teologis, perikop ini dapat dilihat sebagai pengingat akan keadilan Allah, dan kesetiaan-Nya kepada umat perjanjian-Nya. Terlepas dari kejahatan dan permusuhan bangsa-bangsa, Tuhan tetap berkomitmen untuk menegakkan keadilan, dan melindungi umat-Nya.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?

 

Pesan dan keinginan Tuhan, atau pelajaran bagi kita yang hidup di masa sekarang, yaitu bahwa:

Allah memberitahukan akan penghakiman atas bangsa-bangsa, khususnya bangsa Edom. Namun, di dalam pesan ini, kita dapat melihat, akan adanya pelajaran penting bagi kita hari ini. Pertama, kita belajar, bahwa kehendak Tuhan itu adil dan benar. Dia meminta pertanggungjawaban semua bangsa atas tindakan mereka, dan penghakiman-Nya tidak dapat dihindari. Kedua, kita melihat kerinduan Tuhan, agar umat-Nya hidup dalam ketaatan dan kesetiaan. Perikop ini mengingatkan kita bahwa, apa pun pilihan kita, akan memiliki konsekuensi, dan kita harus berusaha menyelaraskan hidup kita dengan kehendak Tuhan. Terakhir, kita belajar, bahwa kasih Allah tidak bersyarat. Meskipun ada penghakiman Tuhan, tetapi kasih dan kesetiaan Tuhan, tetap bertahan. Kita dapat menemukan penghiburan dan kepastian, dengan mengetahui bahwa, kasih Tuhan itu tak tergoyahkan, bahkan di saat pendisiplin dan koreksi dari Tuhan, ditetapkan atas kita.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?

 

Sebagai orang Kristen, kita harus menaruh pelajaran ini ke dalam hati.

Pertama, kita harus berusaha memahami dan menyelaraskan diri kita dengan kehendak Tuhan. Ini melibatkan kita untuk mempelajari Firman-Nya, berdoa, dan mencari bimbingan Roh Kudus. Kita hendaknya bertujuan untuk hidup dalam ketaatan, mengetahui bahwa, penetapan pilihan kita itu, penting.

Kedua, kita harus menyadari pentingnya kasih Allah yang tak bersyarat. Oleh kasih-Nya kita diselamatkan dan ditebus. Kita harus berusaha untuk memperluas cinta ini kepada orang lain, menunjukkan kasih karunia, belas kasihan, dan penyertaan kepada semua.

Terakhir, kita harus percaya pada kesetiaan Tuhan, bahkan saat menghadapi tantangan atau konsekuensi dari tindakan kita. Kita dapat menemukan penghiburan dan kedamaian, dengan mengetahui, bahwa kasih Tuhan, tetap untuk selama-lamanya.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

terima kasih atas isi hati, yang Tuhan ungkapkan melalui kitab Yesaya 34, ayat  1 sampai ayat 8. Tolong kami, sebagai anak-anak-Mu, agar hidup kami sesuai dengan kehendak-Mu. Semoga kami mengalami kedalaman cinta Tuhan yang tanpa syarat, yang memberi kami kebijaksanaan dan kekuatan, untuk membuat pilihan yang menghormati Tuhan, yaitu memilih hidup dalam kasih Tuhan, dan menghindari disiplin atau hukuman Tuhan.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...