Merayakan Kasih Tuhan Dalam Ibadah, Sebagai Ungkapan Syukur Kita. Kejadian 35:1-3 | SBU GPIB Sangkakala.
Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Merayakan
Kasih Tuhan Dalam Ibadah, Sebagai Ungkapan Syukur Kita.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Kejadian 35, ayat 1 sampai ayat 3, yang berbunyi sebagai berikut:
Allah berfirman kepada Yakub: "Bersiaplah, pergilah ke
Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi
Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika
engkau lari dari Esau, kakakmu."
Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan
kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: "Jauhkanlah dewa-dewa
asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan
tukarlah pakaianmu.
Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat
mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa
kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Kitab
Kejadian 35, ayat 1 sampai ayat 3, adalah bagian dari Kitab Kejadian dalam
Alkitab Perjanjian Lama, yang memberikan wawasan tentang isi, makna, dan tujuan
dalam konteksnya. Untuk memahami sepenuhnya ayat-ayat ini, kita perlu memeriksa
peristiwa-peristiwa sebelumnya dalam Kitab Kejadian ini.
Dalam
Kejadian pasal 34, narasinya menceritakan kejadian meresahkan, yang melibatkan
Dina, putri Yakub dari Leah, yang diperkosa oleh Sikhem, seorang pangeran dari
kota tetangga. Akibatnya, saudara laki-laki Dina, Simeon dan Lewi, mengambil
tindakan sendiri, dan membantai semua laki-laki di kota Sikhem. Tindakan ini
mempermalukan keluarga Yakub, dan menempatkan mereka dalam bahaya potensial
dari masyarakat sekitar.
Dalam
Kejadian 35, ayat 1 sampai ayat 3 ini, kita menemukan Yakub bersiap untuk
memindahkan keluarga dan harta miliknya dari Sikhem, mencari keamanan, dan awal
yang baru.
Mari
kita telaah ayat-ayat tersebut dengan seksama.
"Kemudian
Tuhan berkata kepada Yakub, 'Pergilah ke Betel dan menetaplah di sana, dan
bangunlah mezbah di sana untuk Tuhan, yang menampakkan diri kepadamu ketika
kamu melarikan diri dari saudaramu Esau.'
Maka
berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersamanya,
'Singkirkan dewa-dewa asing yang ada padamu dan bersihkan dirimu dan ganti
pakaianmu.
Kemudian
kita akan pergi ke Betel, di mana aku akan membangun sebuah mezbah untuk Tuhan,
yang akan menjawabku pada hari kesusahanku dan yang telah bersamaku ke mana pun
aku pergi.'"
Tuhan
memerintahkan Yakub, untuk kembali pergi ke Betel dan menetap di sana. Betel
memiliki arti spiritual yang penting bagi Yakub, karena itu adalah tempat
pertama kali Tuhan menampakkan diri kepadanya dalam mimpi. (Baca Kejadian 28,
ayat 10 sampai ayat 22). Dengan kembali ke Betel, berarti, Yakub berusaha
membangun kembali hubungannya dengan Tuhan, dan menemukan penghiburan setelah
peristiwa traumatis yang baru saja terjadi.
Tuhan
memerintahkan Yakub untuk membangun mezbah di Betel, sebagai tindakan ibadah
dan pengabdian. Altar, biasanya digunakan pada zaman kuno, sebagai tempat
pengorbanan dan persekutuan dengan yang ilahi. Mezbah ini akan berfungsi
sebagai representasi fisik dari komitmen baru Yakub kepada Tuhan, dan pengingat
akan kesetiaan Tuhan sepanjang perjalanan hidupnya.
Yakub
menyadari perlunya pertobatan dan pemurnian. Dia melakukan pembersihan
spiritual, dan menyerukan kepada seisi rumahnya dan semua orang yang bersamanya,
untuk "menyingkirkan dewa-dewa asing" dan menyucikan diri. Ini
menyiratkan bahwa seiring berjalannya waktu, beberapa anggota keluarga Yakub
telah mengadopsi kebiasaan dalam penyembahan berhala budaya asing. Dengan
membersihkan diri mereka dari pengaruh asing ini, dan mengganti pakaian mereka,
maka secara simbolis, mereka mengikatkan diri pada perjanjian Allah, dan
menegakkan kembali kesetiaan mereka kepada-Nya.
Yakub
mengakui kehadiran Tuhan, dengan menyoroti kehadiran dan bantuan Tuhan yang
terus-menerus sepanjang hidupnya, terutama pada saat-saat kesusahannya. Dengan
mengakui kesetiaan Tuhan, Yakub memperkuat pentingnya hubungannya dengan Tuhan,
dan pentingnya menjaga ikatan perjanjian mereka.
Isi
dan makna Firman Tuhan hari ini, dapat diringkas sebagai ajakan bagi Yakub dan
keluarganya, untuk kembali ke Betel, membangun kembali hubungan mereka dengan
Tuhan, dan membersihkan diri dari pengaruh asing. Itu menekankan perlunya
pertobatan, pengabdian, dan mengakui kehadiran Tuhan dalam hidup mereka. Selain
itu, ayat-ayat ini mencerminkan tema menyeluruh tentang kesetiaan Allah, dan
kerinduan Allah bagi umat-Nya, untuk tetap berkomitmen kepada-Nya, terlepas
dari tantangan hidup yang mereka hadapi.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?
Kejadian
35, ayat 1 sampai ayat 3, menyajikan pesan yang kuat bagi kita, yang hidup di
masa sekarang, mengingatkan kita akan kerinduan Tuhan, agar kita merayakan
kasih-Nya dalam ibadah, sebagai ungkapan syukur kita. Di dunia kita yang serba
cepat dan sering terganggu, ayat-ayat Alkitab ini, memanggil kita untuk kembali
ke inti ibadah, dan membangun kembali hubungan kita dengan Tuhan.
Pesan
Tuhan dalam ayat-ayat ini jelas. Saat Tuhan memanggil Yakub untuk pergi ke
Betel, yang melambangkan kembalinya Yakub, ke tempat perjumpaan dan keintiman
semula dengan Tuhan. Demikian pula halnya, Tuhan memanggil kita, untuk selalu
kembali kepada-Nya, mengesampingkan gangguan dan kesibukan hidup keseharian
kita, dan menjadikan ibadah sebagai prioritas. Dia ingin agar kita membangun
mezbah pujian, mencurahkan pemujaan dan ucapan syukur kita, atas kasih dan
kesetiaan-Nya yang tak tergoyahkan.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?
Sebagai
orang Kristen, kita harus menerapkan pesan ini dengan menjadikan ibadah sebagai
bagian integral dari kehidupan kita. Kita dipanggil untuk secara aktif terlibat,
baik dalam ibadah individu maupun bersama, mempersembahkan pujian dan ucapan
syukur yang tulus kepada Tuhan. Marilah kita memupuk sikap syukur, menyadari
dalamnya kasih Tuhan, dan banyaknya nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada
kita. Semoga ibadah kita tulus, otentik, dan didorong oleh keinginan yang tulus
untuk membalas kasih Tuhan.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
kami
datang ke hadapan-Muu dengan hati yang penuh rasa syukur. Terima kasih atas
kasih dan kesetiaan-Muu yang tak berkesudahan. Tolonglah kami untuk
mengembangkan gaya hidup beribadah, di mana kami merayakan kasih-Muu dengan
ketulusan dan sukacita. Semoga ibadah kami menjadi persembahan yang manis,
mengungkapkan penghargaan kami yang mendalam, atas kehadiran-Muu dalam hidup
kami.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar