Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Pelajaran
Penting! Ditelantarkan, Akibat Hukuman Tuhan.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Yesaya 34, ayat 13 dan ayat 14, yang berbunyi sebagai berikut:
Duri-duri akan tumbuh di puri-purinya, rumput dan puteri malu di
tempat-tempatnya yang berkubu, sehingga menjadi tempat kediaman serigala, dan lapangan bagi burung unta. Di sana berpapasan
binatang gurun dengan anjing hutan, dan jin bertemu dengan temannya; hantu malam saja ada di sana dan mendapat tempat perhentian.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Yesaya
34, ayat 13 dan ayat 14, adalah bagian dari kitab Yesaya dalam Alkitab Perjanjian
Lama. Untuk memahami sepenuhnya isi, makna, dan maksud dari ayat-ayat ini,
penting untuk mempertimbangkan konteks yang lebih luas dari kitab Yesaya, dan
pasal khusus di mana ayat-ayat itu ditemukan.
Kitab
Yesaya adalah kitab kenabian, yang dikaitkan dengan nabi Yesaya, yang
menyampaikan pesan dari Tuhan kepada bangsa Israel, selama masa kekacauan
politik dan pengasingan yang akan datang. Buku ini dibagi menjadi dua bagian
utama.
Bagian
pertama membahas keprihatinan langsung dari orang-orang sezaman Yesaya, dan bagian
kedua membahas peristiwa-peristiwa di masa depan, dan harapan akan pemulihan.
Yesaya
bab 34 ini, berada di bagian kedua, yang sering disebut sebagai
"Deutero-Yesaya," atau "Yesaya Kedua", yang terutama berfokus
pada pengasingan Babel, dan janji kembalinya orang Israel ke tanah Perjanjian.
Dalam pasal khusus ini, Yesaya berbicara tentang penghakiman dan hukuman, yang
akan dijatuhkan Allah atas bangsa-bangsa yang menentang, dan menyesah umat-Nya.
Ayat
13 dan 14 secara khusus, menggambarkan kehancuran yang akan menimpa tanah Edom,
bangsa yang memiliki sejarah permusuhan terhadap Israel.
Dalam
ayat-ayat ini, perumpamaan yang digunakan adalah tentang tanah yang
ditinggalkan dan menjadi sunyi, ditumbuhi duri, jelatang, dan tumbuhan liar
lainnya. Benteng-benteng dan kubu-kubu Edom yang tadinya perkasa, akan
ditinggalkan dan menjadi tempat tinggal serigala dan burung unta. Tidak adanya
kehidupan manusia, dan keberadaan hewan liar, menekankan kehancuran dan
pengabaian atas tanah tersebut.
Maksud
dari perikop ini adalah, untuk menyampaikan pesan penghakiman dan hukuman ilahi
atas musuh-musuh Israel. Edom, yang melambangkan bangsa-bangsa yang telah
menindas umat pilihan Allah, digambarkan benar-benar ditinggalkan, dan
dibiarkan dalam reruntuhan. Perumpamaan yang jelas berfungsi untuk menekankan
kerasnya penghakiman Allah, dan konsekuensi bagi mereka yang menentang umat
Tuhan.
Selain
itu, bagian ini berfungsi sebagai pengingat bagi orang Israel akan kesetiaan
dan keadilan Tuhan. Itu meyakinkan mereka, bahwa Tuhan tidak akan membiarkan
musuh mereka tidak dihukum, dan bahwa Dia pada akhirnya akan membawa pemulihan
dan penebusan bagi umat-Nya.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?
Pesan
Tuhan kepada kita dalam konteks sekarang sudah jelas. Tuhan mengajarkan kepada
kita pelajaran-pelajaran penting melalui perumpamaan kehancuran, dan pengabaian
akibat hukuman-Nya.
Allah
menginginkan ketaatan dan kesetiaan dari umat-Nya. Dia memperingatkan siapa pun
yang melawan atau menganiaya orang-orang pilihan-Nya. Tindakan kita memiliki
konsekuensi, dan mereka yang menentang umat Allah mungkin akan ditinggalkan dan
ditelantarkan. Ini berfungsi sebagai pengingat, untuk memperlakukan orang lain
dengan cinta kasih, hormat, dan kebaikan, serta mendukung dan memberkati mereka,
sebagai kekasih-kekasih Tuhan.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?
Sebagai
orang Kristen, kita dipanggil untuk memeriksa hati dan tindakan kita. Kita
harus berusaha untuk hidup dalam ketaatan pada perintah Tuhan, menunjukkan
cinta dan kasih sayang kepada semua orang. Mari kita hindari kesombongan,
permusuhan, dan perlakuan buruk terhadap orang lain, mengingat tindakan kita
mencerminkan iman kita kepada Tuhan Yesus. Dengan hidup selaras dengan kehendak
Tuhan, kita dapat menghindari akibat buruk dari ketidaktaatan.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
tolong
kami untuk menyerap pelajaran hari ini. Semoga kami menjadi orang yang rela merangkul
ketaatan, cinta, dan kebaikan, memperlakukan orang lain seperti yang Engkau
ingin kami lakukan. Jauhkan kami dari kesombongan dan permusuhan, dan bimbing
kami untuk hidup dengan cara yang memuliakan nama-Muu.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar