Setia Sampai Akhir, Ikatan antara Kristus dan Gereja-Nya tidak terpatahkan. Wahyu 21:9 | SBU GPIB Sangkakala.
Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Setia
Sampai Akhir, Ikatan antara Kristus dan Gereja-Nya tidak terpatahkan.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Wahyu 21, ayat 9, yang berbunyi sebagai berikut:
Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang
ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu,
lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan
kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Haleluya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Kitab
Wahyu, yang ditulis oleh rasul Yohanes, merupakan kitab kenabian dan simbolis
yang penuh dengan penglihatan dan perumpamaan.
Dalam
konteks ayat-ayat sebelumnya, rasul Yohanes menerima penglihatan tentang langit
baru dan bumi baru, di mana Allah akan tinggal bersama umat-Nya. Malaikat yang
sebelumnya mencurahkan malapetaka terakhir, kini mengundang Yohanes untuk
menjadi saksi mempelai wanita, yang diidentifikasi sebagai istri Anak Domba.
"Anak Domba" mengacu pada Yesus Kristus, melambangkan peran
pengorbanan dan penebusan-Nya, dalam proses penebkepadausan dan penyelamatan
umat manusia.
Ungkapan
"pengantin perempuan, yang menjadi mempelai Anak Domba," mengandung
makna spiritual yang mendalam. Itu mewakili pengikut Yesus Kristus, yang
ditebus dan yang setia, yang juga sering disebut sebagai Gereja. Dalam
Perjanjian Baru, Gereja sering digambarkan sebagai mempelai Kristus, melambangkan
hubungan intim dan perjanjian, antara Kristus dan umat-Nya. Itu menandakan
persatuan Kristus dengan orang-orang yang percaya -Nya, dalam bentuk pernikahan
ilahi.
Maksud
dari ayat ini adalah untuk menggambarkan puncak dari rencana penebusan Allah.
Itu menandakan pemenuhan akhir dari janji-janji Allah, di mana umat beriman
akan dipersatukan dengan Kristus, dalam persatuan yang kekal dan mulia. Itu
menekankan sifat sukacita dan intim, dari hubungan antara Kristus dan para
pengikut-Nya, menyoroti kedalaman kasih Allah, dan tujuan akhir orang percaya.
Secara
keseluruhan, Wahyu 21, ayat 9, melambangkan penyempurnaan karya penebusan Allah,
dan persatuan kekal antara Kristus dan para pengikut-Nya, yang digambarkan
sebagai mempelai Anak Domba. Itu mengundang orang percaya untuk mengantisipasi
penggenapan janji Tuhan di masa depan, dan menemukan pengharapan, dalam
kepastian masa depan yang gemilang di hadirat-Nya.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?
Dalam
Wahyu 21, ayat 9, Allah mengungkapkan keinginan-Nya, akan adanya ikatan yang
tak terputuskan, antara Kristus dan Gereja-Nya. Perumpamaan mempelai perempuan,
melambangkan hubungan intim antara para pengikut Yesus dengan Yesus Kristus.
Ini mengajarkan kita, bahwa Tuhan merindukan hubungan yang dalam, dan penuh komitmen
dengan umat-Nya. Itu mengingatkan kita, akan kesetiaan Tuhan Yesus, dan janji
masa depan yang gemilang, untuk hidup bersama di hadirat-Nya. Kita dipanggil
untuk memupuk iman yang teguh, dan komitmen yang tak tergoyahkan kepada
Kristus, bahkan dalam menghadapi pencobaan dan tantangan. Tuhan menginginkan
pengabdian kita yang setia, dan mengundang kita untuk mengalami sukacita
persatuan yang kekal dengan-Nya.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?
Sama
seperti seorang mempelai wanita, yang tetap setia kepada mempelai prianya, kita
harus tetap berkomitmen kepada Kristus dalam segala keadaan. Kesetiaan kita
harus bertahan, bahkan ketika kita menghadapi kesulitan, keraguan, atau godaan.
Kita dapat mengandalkan kekuatan Tuhan, untuk membantu kita tetap teguh dalam
iman kita, dan percaya pada kesetiaan-Nya.
Sebagai
orang Kristen, kita dipanggil untuk memupuk hubungan yang intim dengan Kristus,
baik melalui doa, mempelajari Firman-Nya, dan bersekutu dengan-Nya setiap hari.
Dengan mencari hadirat-Nya, dan mengizinkan Tuhan membentuk hidup kita, kita
dapat mengalami ikatan yang mendalam, dan tak terputuskan, dengan Juruselamat
kita.
Gambar
mengenai mempelai wanita, menunjuk pada harapan persatuan masa depan dengan
Kristus. Sebagai orang percaya, kita harus melabuhkan harapan kita, pada janji
kedatangan-Nya kembali, dan pada penggenapan rencana penebusan Allah.
Pengharapan ini, akan memberdayakan kita, untuk hidup dengan tujuan, bertahan melalui
pencobaan, dan bersedia membagikan kabar baik, tentang kasih Kristus kepada
orang lain.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
kami
berterima kasih kepada-Mu, yang mengingatkan kami akan kerinduan-Mu, akan
ikatan yang tak terputuskan, antara Kristus dan Gereja-Nya. Tolong kami untuk
tetap setia kepada-Mu, bahkan dalam menghadapi tantangan apa pun. Semoga kami bisa
memupuk keintiman yang mendalam dengan Yesus, dan menemukan harapan, bahwa kami
akan dipersatukan dengan Kristus-Nya, dalam kerajan-Nya. Kuatkan kami untuk
hidup sebagai mempelai yang setia, mencerminkan kasih-Mu, dalam segala aspek
kehidupan kami.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar