Langsung ke konten utama

Standar Tuhan, Adalah Ukuran Hidup Kita Yang Sempurna. Wahyu 21:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Standar Tuhan, Adalah Ukuran Hidup Kita Yang Sempurna.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Wahyu 21, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:

 

  Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya. 

 Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama.

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Haleluya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Ayat-ayat ini adalah bagian dari deskripsi yang lebih luas tentang Yerusalem Baru, yang digambarkan sebagai kota mulia yang turun dari surga.

 

Dalam konteks Kitab Wahyu, perikop ini mendekati bagian akhir, di mana penulisnya, rasul Yohanes, menjelaskan puncak dari rencana penebusan Allah. Yerusalem Baru mewakili tempat tinggal terakhir Allah dan umat-Nya, melambangkan ciptaan yang diperbarui dan disempurnakan. Penggunaan pengukuran menekankan ketepatan dan keteraturan, menyoroti desain ilahi dan kelengkapan kota.

 

Tongkat pengukur dari emas, menandakan otoritas dan keakuratan yang digunakan untuk mengukur kota. Ini menunjukkan standar ilahi yang mengukur segala sesuatu, memperkuat gagasan, bahwa Yerusalem Baru adalah kota yang dibangun dengan sempurna dan seimbang. Bentuk 4 persegi, dengan sisi yang sama, melambangkan kesempurnaan dan kelengkapan.

 

Dimensi kota digambarkan sebagai 12.000 stadia, yaitu ukuran panjang, lebar, dan tinggi, sebuah stadion. Angka 12 penting di seluruh Alkitab, mewakili kelengkapan dan keutuhan. Di sini, angka itu sangat mungkin, melambangkan keseluruhan umat tebusan Allah, dan kepenuhan tempat tinggal surgawi.

 

Secara keseluruhan, Wahyu 21, ayat 15 dan 16, menyampaikan maksud, untuk menggambarkan Yerusalem Baru sebagai kota yang megah dan proporsional, mencerminkan kemuliaan Allah dan penggenapan janji-janji-Nya. Ini menyoroti perhatian cermat terhadap detail dalam desainnya, dan menekankan kelengkapan dan kesempurnaan alam surgawi. Bagian ini membangkitkan kekaguman dan antisipasi, akan tempat tinggal orang percaya di masa depan, di hadirat Allah yang mulia.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?

 

 

Perikop ini mengungkapkan keinginan Tuhan untuk ketepatan, keteraturan, dan kelengkapan dalam hidup kita. Sama seperti malaikat menggunakan tongkat pengukur dari emas, Tuhan ingin kita menilai diri kita sendiri, dengan standar ilahi-Nya yang sempurna dan mulia.

Tuhan rindu agar kita menyelaraskan pikiran, tindakan, dan karakter kita, dengan ukuran-Nya yang sempurna dan mulia itu.

Tuhan mengajarkan kepada kita, bahwa hidup menurut standar-Nya, akan membawa kepenuhan dan  keselarasan hidup, yang mencerminkan kemuliaan Tuhan.

Perikop ini mengingatkan kita, bahwa hidup kita tidak dimaksudkan sebagai hidup tanpa tujuan, melainkan hidup yang terukur, karena diarahkan oleh hikmat, dan tuntunan Tuhan yang sempurna.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?

 

Kita harus aktif mencari standar Tuhan melalui doa, mempelajari Firman-Nya, dan mencari tuntunan Roh Kudus. Dengan menyelaraskan hidup kita dengan ukuran-Nya yang sempurna, kita dapat membuat keputusan dan hidup, dengan cara yang menyenangkan Dia.

 

Sama seperti Yerusalem Baru adalah sebuah bujur sangkar dengan proporsi yang sempurna, kita harus berjuang untuk keseimbangan dalam hidup kita. Kita perlu mengevaluasi prioritas, komitmen, dan hubungan dengan sesama kita, memastikan bahwa kita memberikan perhatian yang tepat pada setiap area hidup kita, sambil tetap menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup.

 

Dimensi Yerusalem Baru melambangkan kesempurnaan. Oleh karena itu, sebagai orang Kristen, kita harus menerima sepenuhnya penebusan Allah dalam setiap aspek kehidupan kita. Menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada-Nya, yang memungkinkan kita untuk mengalami kekuatan transformatif-Nya, yang menuntun pada keutuhan, tujuan, dan kepenuhan hidup.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

kami berterima kasih kepada-Mu, yang mengingatkan kami akan standar-Mu yang sempurna bagi hidup kami. Bantu kami mencari bimbingan-Mu, dan menyelaraskan diri kami dengan ukuran-Mu yang sempurna. Beri kami hikmat untuk mengejar keseimbangan, proporsi, dan penebusan penuh di semua bidang kehidupan kami. Kiranya hidup kami memantulkan kemuliaan-Mu, dan memuliakan nama-Mu.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...