Tuhan Akan Memenuhi Kebutuhan Kita, Di Tengah Kesulitan Hidup. Yesaya 35: 7-8 | SBU GPIB Sangkakala.
Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Tuhan
Akan Memenuhi Kebutuhan Kita, Di Tengah Kesulitan Hidup.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Yesaya 35, ayat 7 dan ayat 8, yang berbunyi sebagai berikut:
tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah
kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala
berbaring akan tumbuh tebu dan pandan.
Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan
Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan
melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Haleluya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Yesaya
35, ayat 7 dan 8, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Lama, yang termasuk
dalam kitab Yesaya. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk
mempertimbangkan konteks yang lebih luas dari buku tersebut, dan ayat-ayat
spesifik yang dipersoalkan.
Kitab
Yesaya berisi nubuatan yang dikaitkan dengan nabi Yesaya, yang hidup pada abad
ke-8 Ssebelum Masehi. Nubuatan dalam kitab Yesaya, adalah gabungan antara
peringatan, janji, dan pesan pengharapan bagi bangsa Israel dan Yehuda.
Dalam
Yesaya 35, ayat 7 dan 8, nabi Yesaya menggambarkan transformasi padang gurun di
masa depan, menjadi tanah yang subur dan berlimpah hasilnya.
Ayat-ayat
tersebut, memberi gambaran yang jelas, tentang lanskap gurun yang diubah,
menjadi tempat kehidupan yang subur. Tanah yang kering dan gersang, yang
dilambangkan dengan "pasir yang terbakar" dan "tanah yang
haus", akan diisi kembali dengan sumber air seperti kolam dan mata air
yang menggelegak. Daerah yang dulunya tandus dan gersang, tempat hunian serigala,
akan dipenuhi dengan kehidupan, saat rumput, alang-alang, dan papirus tumbuh
dengan subur.
Penyebutan
jalan raya yang disebut "Jalan Kekudusan," menandakan jalan yang
dipisahkan untuk dikhususkan dan dikuduskan. Ini menunjukkan aspek spiritual
dari nubuatan, di mana orang-orang yang ditebus, atau mereka yang telah
diselamatkan atau dibebaskan oleh Tuhan, akan memiliki akses ke jalan kebenaran
ini. Orang yang ditebus akan dapat melakukan perjalanan di jalan kudus ini,
sedangkan orang najis dan jahat, tidak akan diizinkan untuk melewatinya.
Selain
itu, ketiadaan singa dan binatang buas, menandakan hilangnya bahaya dan ancaman
dari bentang alam yang telah berubah ini. Ini menunjukkan keadaan damai dan
aman, di mana orang dapat melakukan perjalanan, tanpa takut akan bahaya.
Keseluruhan
pesan yang disampaikan dalam Yesaya 35, ayat 7 dan ayat 8, adalah pesan
pemulihan, pembaharuan, dan campur tangan ilahi. Itu menawarkan harapan kepada
orang Israel dan Yehuda, meyakinkan mereka, bahwa kondisi mereka yang gersang
dan putus asa, akan diubah menjadi tanah yang hidup dan subur. Nubuatan itu
menunjuk ke suatu masa di masa depan, ketika Allah akan mengadakan perubahan
total, baik secara jasmani maupun rohani, dan mereka yang ditebus akan
mengalami berkat dan perlindungan Allah.
Maksud
dari perikop ini adalah, untuk mendorong dan mengangkat orang Israel dan
Yehuda, mengingatkan mereka akan kuasa Tuhan untuk membawa perubahan dan
pemulihan. Itu juga berfungsi sebagai pengingat, akan pentingnya kekudusan dan
kebenaran, karena hanya orang yang ditebus, yang dapat berjalan di Jalan
Kekudusan. Pada akhirnya, ini menyampaikan pesan bahwa, janji Tuhan akan
pembaharuan dan kelimpahan, akan dipenuhi, dan memberikan pengharapan dan
kepastian, khususnya di masa-masa sulit.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?
Tuhan
mengingatkan kita, bahwa Dia mampu mengubah kemandulan menjadi kelimpahan.
Seperti yang dinubuatkan Yesaya tentang gurun gersang, yang akan dipenuhi
dengan kehidupan, Tuhan memiliki kuasa untuk memenuhi kebutuhan kita, bahkan
dalam keadaan yang paling mustahil. Kita diingatkan untuk memercayai kemampuan
transformasi-Nya.
Tuhan
ingin, agar kita memilih Jalan Kekudusan Tuhan, yang akan menyediakan
perbekalan di sepanjang jalan kehidupan kita. Jalan untuk mengalami kelimpahan perbekalan
Allah, adalah melalui kehidupan yang kudus dan benar. Dengan menyelaraskan diri
dengan perintah-perintah-Nya, dan mengikuti jalan kekudusan, kita memposisikan
diri untuk menerima berkat, dan perbekalan Tuhan yang akan memenuhi segala
kebutuhan kita.
Tuhan
ingin, agar kita mempercayai bahwa penyediaan Tuhan, melampaui kebutuhan fisik
kita. Sementara perikop berbicara tentang penyediaan fisik seperti air, rumput,
dan keamanan, kita belajar bahwa penyediaan Tuhan, juga mencakup semua aspek
kehidupan kita. Dia memperhatikan kebutuhan spiritual, emosional, dan
relasional kita juga.
Tuhan
juga ingin, agar kita mempercayai waktu, dan cara Tuhan memenuhi kebutuhan
kita. Sama seperti transformasi gurun menjadi lahan yang subur, yang
membutuhkan waktu, kita dipanggil untuk percaya pada waktu dan metode Tuhan.
Cara-Nya mungkin berbeda dengan keinginan kita, tetapi penyediaan-Nya itu
sempurna adanya, dan tepat waktunya, sesuai waktu Tuhan.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?
Kita
harus mengembangkan kepercayaan yang dalam, dan yang tak tergoyahkan pada
penyediaan Tuhan, apa pun keadaan di lingkungan kita. Tempatkan keyakinan kita
pada kemampuan-Nya, untuk memenuhi kebutuhan kita, dan serahkan kekhawatiran
dan kecemasan kita, hanya kepada-Nya.
Kita
harus memperjuangkan kehidupan yang kudus dan benar, menyelaraskan pikiran,
perkataan, dan tindakan kita dengan perintah Tuhan. Kita harus mengusahakan
keintiman dengan Tuhan, mencari bimbingan dan arahan-Nya, di semua bidang
kehidupan kita.
Kita
harus merasa puas, dengan mengenali, dan menghargai berkat dan perbekalan, yang
sudah kita miliki. Kita harus melepaskan keinginan berlebihan akan harta benda
duniawi, dan menemukan kepuasan dalam kecukupan, di dalam Tuhan.
Sebagai
penerima berkat-berkat Allah, kita harus mengulurkan tangan kita dalam
kemurahan hati terhadap orang lain. Kita harus membagikan sumber daya, waktu,
dan kasih kita, dengan mereka yang membutuhkan, menjadi saluran penyediaan dan
berkat Tuhan, dalam kehidupan mereka.
Kita
harus secara teratur berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa, mencari bimbingan
dan ketentuan-Nya. Serahkan kebutuhan dan keinginan kita kepada-Nya, percaya
bahwa Dia akan memenuhinya sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
kami
berterima kasih kepada-Mu, atas janji penyediaan-Mu di tengah kekeringan hidup
kami. Bantu kami untuk percaya pada kekuatan transformatif-Mu, dan berjalan di
Jalan Kekudusan Tuhan. Beri kami kepuasan, dan juga kemurahan hati untuk
memberkati orang lain. Bimbing kami dalam doa, saat kami mencari kehendak-Mu.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar