Langsung ke konten utama

Urgensi Untuk Melawan Relativisme Moral Dan Menyingkap Penipuan Terselubung. Efesus 5:12-13 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Urgensi Untuk Melawan Relativisme Moral Dan Menyingkap Penipuan Terselubung.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 12 dan ayat 13, yang berbunyi sebagai berikut:

 

  Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. 

 Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang. 

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Efesus 5, ayat 12 dan ayat 13, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus, yang ditulis oleh rasul Paulus. Untuk memahami sepenuhnya arti dan maksud dari ayat-ayat ini, penting untuk mempertimbangkan konteks sekitarnya.

 

Dalam ayat-ayat sebelumnya, Paulus menasihati orang-orang percaya di Efesus, untuk hidup sebagai anak-anak terang dan meneladani Kristus dalam tingkah laku mereka. Paulus mengontraskan kegelapan dunia, dengan terang Kristus, menekankan perlunya mengungkap pekerjaan kegelapan dan hidup menurut kebenaran Allah.

 

Dalam ayat-ayat yang diberikan dalam perikop ini, Paulus secara khusus membahas perbuatan memalukan, yang dilakukan oleh mereka yang tidak taat atau fasik. Dia menyiratkan, bahwa tidak pantas untuk membahas perbuatan memalukan ini secara rinci, karena tindakan tersebut tercela secara moral, dan bertentangan dengan standar Tuhan. Maksud di balik pernyataan ini, adalah untuk menyoroti kontras yang mencolok, antara tindakan orang-orang yang menolak jalan Tuhan, dan kehidupan yang benar, yang diharapkan dari orang beriman kepada Kristus.

 

Paulus kemudian menggunakan metafora yang kuat, yaitu kata telanjang, bahwa segala sesuatu yang disingkapkan oleh cahaya Kristus, menjadi tampak jelas, dan segala sesuatu yang diterangi cahaya Kristus, menjadi terang, yang bebas dari bayang-bayang kegelapan. Di sini, terang melambangkan kebenaran, kesalehan, dan kuasa Kristus yang mengubahkan. Dengan mengungkap perbuatan dosa, mereka kehilangan kerahasiaannya dan terungkap apa adanya. Sebaliknya, ketika orang percaya hidup dalam terang Kristus, hidup mereka menjadi mercusuar kebenaran dan kesalehan.

 

Arti dari ayat-ayat ini, dapat dipahami dalam beberapa cara.

Pertama, ini menekankan pentingnya membedakan antara apa yang benar dan apa yang berdosa. Orang Kristen dipanggil untuk menolak dan menghindari, untuk terlibat dalam kegiatan keberdosaan.

Kedua, itu mendorong orang-orang percaya untuk berani berdiri melawan pekerjaan kegelapan, memaparkan mereka pada terang Kristus. Dengan demikian, mereka berkontribusi pada proses penebusan dan transformasi.

 

Selain itu, ayat-ayat ini juga membawa pesan penginjilan. Dengan hidup dalam terang dan menyingkap kegelapan, orang percaya dapat melayani sebagai saksi bagi dunia, menunjukkan kekuatan transformatif dari pengampunan dan kasih karunia Kristus.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?

 

Dalam konteks sekarang, relativisme moral dan penipuan terselubung, telah menyusup ke masyarakat kita, mengaburkan batas antara yang benar dan yang salah. Namun, Efesus 5, ayat 12 dan ayat 13, mengingatkan kita, akan pesan dan keinginan Allah bagi Gereja-Nya.

 

Tuhan memanggil kita untuk membedakan apa yang benar dan apa yang salah. Kita diminta untuk mengembangkan ketajaman, untuk mengenali dan mengungkap pekerjaan kegelapan, menjunjung tinggi kebenaran Tuhan di tengah penipuan yang merajalela.

 

Tuhan menginginkan transparansi dan keaslian diri kita. Kita dipanggil untuk menjalani kehidupan yang transparan, menolak budaya kerahasiaan yang tersembunyi, dan merangkul keterbukaan yang mengungkapkan kebenaran.

 

Tuhan ingin kita menjadi kontra-budaya, di dunia yang mempromosikan relativisme moral, Tuhan memanggil kita, untuk berdiri teguh di atas kebenaran mutlak-Nya, menolak untuk mengkompromikan keyakinan kita.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?

 

Carilah kebenaran Tuhan, dengan menyelam jauh ke dalam Firman Tuhan, pahami prinsip-prinsip-Nya yang abadi, dan memahami perbedaan, antara kebenaran dan penipuan terselubung.

 

Hidup secara transparan, dengan menolak godaan kerahasiaan, dan merangkul kehidupan yang otentik, terbuka tentang perjuangan, kemenangan, dan iman kita kepada Kristus.

 

Kita harus berani dalam mengungkap kegelapan, mengambil sikap melawan relativisme moral dan penipuan terselubung, menggunakan ketajaman untuk menjelaskan kepalsuan, dan mempromosikan nilai-nilai yang saleh.

 

Kita harus terlibat dalam konfrontasi penuh kasih, mendekati mereka yang tertipu oleh tipu daya dunia ini, dengan kasih dan kerendahan hati, membagikan kebenaran Allah dengan lembut, dan mengarahkan mereka menuju penebusan dan pemulihan.

 

Kita harus berfungsi sebagai mercusuar terang, membiarkan hidup kita menjadi saksi kuasa Allah yang mengubahkan, bersinar terang di dunia yang sangat membutuhkan kebenaran dan pengharapan.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

kami datang ke hadapan-Muu, dengan hati yang terbebani oleh relativisme moral dan penipuan terselubung yang lazim di dunia kami saat ini. Berilah kami ketajaman untuk mengenali pekerjaan kegelapan dan keberanian untuk mengungkapkannya dengan kebenaran-Muu. Bantulah kami hidup secara transparan, mencerminkan Terang dan cinta-Muu dalam segala hal yang kami lakukan. Berdayakan kami, sebagai Gereja-Muu, untuk berdiri teguh melawan penipuan, dan menjadi mercusuar kebenaran dan pengharapan.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...