Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Yerusalem
Baru, Tempat Kita Hidup Sebagai Warga Kerajaan Allah.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Wahyu 21, ayat 1 sampai ayat 4, yang berbunyi sebagai berikut:
Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah
berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.
Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu
berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan
diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi
umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.
Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak
akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau
dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu
telah berlalu.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Haleluya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Perikop
ini menandakan pemenuhan rencana Allah, untuk pemulihan akhir dan penebusan
ciptaan. Isinya menyoroti hal-hal berikut:
Pertama,
Yohanes melihat langit yang baru dan bumi yang baru, yang menunjukkan pembaruan
dan pemulihan yang lengkap atas segala sesuatu. Tatanan kehidupan lama, yang
dicirikan oleh dosa dan kehancuran, akan berlalu. Tidak adanya laut,
melambangkan tidak adanya kekacauan dan ketidakstabilan. Kemudian, Yohanes
menyaksikan turunnya Kota Suci, Yerusalem baru, yang melambangkan komunitas
umat Allah, yang disempurnakan dan dimuliakan oleh Tuhan Yesus. Digambarkan
sebagai mempelai wanita yang berpakaian indah untuk suaminya, melambangkan
persatuan yang intim antara Allah dan umat-Nya.
Makna
dan maksud dari ayat-ayat ini, dapat dipahami dalam konteks yang lebih luas
dari kitab Wahyu. Di sepanjang buku ini, Yohanes mengungkapkan penglihatan dan
pesan kenabian, tentang penghakiman terakhir, kekalahan kekuatan si jahat, dan
kemenangan terakhir Tuhan. Wahyu 21, ayat 1 sampai ayat 4, berfungsi sebagai
puncak dan penyelesaian dari peristiwa-peristiwa ini, yang menunjukkan
penggenapan rencana penebusan Allah.
Bagian
ini membawa implikasi teologis dan eskatologis yang signifikan. Itu menawarkan
harapan dan penghiburan bagi orang percaya, meyakinkan mereka, bahwa
penderitaan dan pencobaan yang mereka alami di zaman sekarang, akan berakhir.
Langit baru dan bumi baru, menandakan pemulihan ciptaan ke keadaan aslinya yang
dimaksudkan, bebas dari pengaruh dosa dan korupsi. Turunnya Kota Suci,
menandakan tempat tinggal Tuhan yang intim dan abadi, di antara umat-Nya. Itu
melambangkan penggenapan sepenuhnya janji Allah untuk menyertai umat-Nya, dan
pemulihan hubungan ilahi-manusia, seperti halnya di taman Eden.
Bagian
ini juga menekankan hilangnya rasa sakit dan penderitaan. Janji Tuhan untuk
menghapus setiap air mata, menyiratkan penghapusan semua penyebab kesedihan dan
ratapan. Tidak adanya kematian, tangisan, dan rasa sakit, menandakan kebebasan
total dari penderitaan kita, sebagai ciptaan baru. Itu menunjuk pada keadaan
sukacita abadi, kedamaian, dan persekutuan kita, dengan Tuhan.
Perikop
ini mendorong orang percaya untuk bertekun dalam iman, mengetahui bahwa tujuan
akhir mereka, adalah kehidupan abadi yang mulia di hadirat Allah, bebas dari
segala penderitaan dan kesedihan.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?
Dalam
konteks sekarang, perikop ini membawa pesan dan keinginan penting dari Tuhan
untuk hidup kita:
Yerusalem
Baru melambangkan keinginan Tuhan, untuk memulihkan dan memperbaharui segala
sesuatu. Itu mengingatkan kita, bahwa Tuhan rindu untuk membawa kesembuhan dan
keutuhan bagi dunia kita yang hancur ini. Sebagai warga kerajaan Allah, kita
dipanggil untuk berpartisipasi dalam karya penebusan Allah dengan mempromosikan
keadilan, rekonsiliasi, dan kepedulian terhadap ciptaan.
Penglihatan
tersebut menyoroti keinginan Tuhan untuk tinggal di antara umat-Nya. Sebagai
warga kerajaan Allah, kita memiliki hak istimewa untuk mengalami hubungan yang
dalam dan intim dengan Allah. Ini memanggil kita untuk memupuk kehidupan rohani
yang bersemangat melalui doa, penyembahan, dan mempelajari Firman-Nya,
membiarkan kehadiran-Nya mengubah diri kita dari dalam.
Yerusalem
Baru, menawarkan harapan di tengah tantangan hidup kita saat ini. Itu
meyakinkan kita, bahwa rencana akhir pemulihan Allah akan berhasil. Sebagai
warga kerajaan Allah, kita dipanggil untuk melabuhkan harapan kita, pada janji
Yerusalem Baru, percaya bahwa Allah menyertai kita, bahkan di saat-saat
tergelap. Ini memberdayakan kita untuk bertahan, terlibat dalam tindakan welas
asih, dan membawa harapan bagi orang lain.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?
Sebagai
warga kerajaan Allah, kita harus hidup sesuai dengan nilai-nilai, dan prinsip
pemerintahan Tuhan, dan bukan mengikuti nilai-nilai duniawi. Usahakan memperjuangkan
kesalehan, kasih, dan keadilan, dalam semua aspek kehidupan kita, yang
mencerminkan karakter kewarganegaraan surgawi kita.
Kerinduan
Allah akan pemulihan kondisi hidup kita, mengundang kita untuk berpartisipasi
aktif dalam pekerjaan-Nya. Mari kita terlibat dalam tindakan belas kasih,
keadilan, dan rekonsiliasi, bekerja menuju transformasi komunitas kita, dan
dunia di sekitar kita. Dengan hidup sebagai duta kerajaan Allah, kita harus
mendemonstrasikan kasih dan anugerah Kristus, kepada mereka yang kita jumpai,
di persimpangan hidup kita.
Di
dunia yang penuh dengan tantangan ini, kita dipanggil untuk menjadi pembawa pengharapan.
Kita harus berbagi pesan tentang Yerusalem Baru, mengarahkan orang lain pada
pengharapan terakhir, yang ditemukan di dalam Kristus. Saat kita hidup dengan
pengharapan, kita dapat mendorong dan menyemangati orang lain, mengingatkan
mereka, bahwa janji Allah adalah benar, dan bahwa masa depan yang gemilang,
menanti semua orang yang percaya.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
sebagai
warga kerajaan-Mu, kami bersyukur atas pengharapan dan pemulihan, yang
dijanjikan di Yerusalem Baru. Berdayakan kami untuk menjalani kewarganegaraan
surgawi kami saat ini, merangkul identitas kami, terlibat dalam pekerjaan Tuhan,
dan memupuk pengharapan bagi sesama. Semoga hidup kami mencerminkan kasih-Mu,
dan ikut mengubah dunia di sekitar kami.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar