Akhiri Kesendirianmu, dengan Membangun Komunitas Kristen yang Sejati. Mazmur 119:57-64 | SBU GPIB Sangkakala.
Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Akhiri
Kesendirianmu, dengan Membangun Komunitas Kristen yang Sejati.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Mazmur 119, ayat 57 sampai ayat 64, yang berbunyi sebagai berikut:
Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji untuk berpegang
pada firman-firman-Mu.
Aku memohon belas kasihan-Mu dengan segenap hati, kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu.
Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatan-Mu.
Aku bersegera dan tidak berlambat-lambat untuk berpegang
pada perintah-perintah-Mu.
Tali-tali orang-orang fasik membelit aku, tetapi Taurat-Mu
tidak kulupakan.
Tengah malam aku bangun untuk bersyukur kepada-Mu atas
hukum-hukum-Mu yang adil.
Aku bersekutu dengan semua orang yang takut
kepada-Mu, dan dengan orang-orang yang berpegang pada
titah-titah-Mu.
Bumi penuh dengan kasih setia-Mu, ya TUHAN, ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Haleluya.
Mazmur
119, ayat 57 sampai ayat 64, adalah bagian dari bab terpanjang dalam Alkitab,
Mazmur 119. Mazmur ini adalah puisi akrostik yang terdiri dari 22 bait,
masing-masing dimulai dengan huruf alfabet Ibrani yang berbeda. Ini menunjukkan
ekspresi puitis dari pengabdian yang mendalam pada hukum Tuhan, dan keinginan
penulis untuk menjalani kehidupan yang benar.
Dalam
ayat 57 sampai ayat 64, pemazmur merefleksikan komitmen mereka, untuk menaati
perintah Tuhan dan mencari tuntunan-Nya. Mereka menyatakan pengabdian mereka
yang tak tergoyahkan, mengungkapkan ketetapan hati mereka untuk mengikuti
ajaran Tuhan, dan setia menjaga firman-Nya. Pemazmur mengakui tantangan dan
kesulitan yang mereka hadapi, tetapi menemukan kekuatan dan penghiburan dalam
janji Tuhan.
Pemazmur
mencari perkenanan Tuhan, berdoa memohon belas kasihan dan kasih sayang-Nya.
Mereka mengungkapkan kegembiraan dan rasa syukur mereka atas kesetiaan Tuhan,
mengakui penghakiman-Nya yang adil. Pemazmur merindukan hubungan yang lebih
dekat dengan Tuhan, mengungkapkan keinginan mereka untuk merenungkan hukum-Nya
siang dan malam.
Sepanjang
ayat-ayat ini, pemazmur menekankan pentingnya tuntunan Tuhan dalam hidup
mereka, mengakui bahwa ketetapan-ketetapan-Nya adalah sumber hikmat dan
pengertian mereka. Mereka menemukan penghiburan di hadirat Allah, dan
meneguhkan komitmen mereka untuk mengikuti perintah-perintah-Nya.
Secara
keseluruhan, bagian dari Mazmur 119 ini, merupakan ungkapan sepenuh hati dari
dedikasi pemazmur pada hukum Allah, dan ketergantungan mereka pada
bimbingan-Nya. Itu mencerminkan keinginan pemazmur untuk hubungan yang lebih
dalam dengan Tuhan, mengakui kesetiaan-Nya, dan mencari belas kasihan-Nya dalam
perjalanan kebenaran mereka.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?
Di
tengah dunia yang penuh dengan koneksi dangkal, dan kesepian yang semakin
meningkat, kita perlu mengeksplorasi kebijaksanaan abadi dari Mazmur 119, ayat 57
sampai ayat 64 ini.
Perasaan
terasing, sepi dan sendiri, yang dialami oleh pemazmur, juga lazim kita alami
di masa kini. Konteks kita saat ini ditandai dengan rasa keterasingan dan
kesepian yang tersebar luas. Terlepas dari kemajuan teknologi yang
menghubungkan kita secara digital, banyak yang merasa kesepian, dan mendambakan
hubungan tatap muka yang tulus. Tuhan melihat kebutuhan kita akan persahabatan sejati,
dan ingin memenuhinya melalui komunitas Kristiani yang otentik.
Dalam
Mazmur 119, ayat 57 sampai ayat 64, pemazmur menekankan komitmen mereka, untuk
tetap mengikuti perintah Tuhan, dan menemukan persahabatan dengan orang lain,
yang sama-sama takut akan nama Tuhan. Mazmur ini mengingatkan kita, bahwa,
hanya hukum Tuhan, yang bisa membawa kita, ke dalam hubungan persaudaraan yang
sejati.
Kerinduan
Allah adalah, agar umat-Nya mengalami persekutuan yang didasarkan pada
Firman-Nya, di mana hubungan, dukungan, dan kasih sejati, dapat ditemukan.
Mazmur
ini mengingatkan kita, bahwa komunitas sejati, adalah komunitas yang mencerminkan
karakter Allah. Allah itu relasional, dan sebagai anak-anak-Nya, kita dipanggil
untuk mencerminkan sifat-Nya ini. Dengan membangun komunitas Kristiani yang
sejati atau otentik, kita mendemonstrasikan kasih dan kepedulian Tuhan satu
sama lain, menciptakan ruang yang aman, di mana orang yang rentan, dapat menemukan
dorongan, dan bertumbuh dalam iman.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?
Kita
harus secara aktif mencari hubungan dengan sesama orang percaya, yang sama-sama
memiliki rasa hormat yang mendalam kepada Tuhan. Ini membutuhkan langkah
berani, untuk keluar dari zona nyaman kita, memulai percakapan, dan
menginvestasikan waktu dan upaya, untuk membangun koneksi persaudaraan yang
tulus.
Komunitas
Kristen yang otentik, dibangun di atas nilai-nilai dan komitmen bersama terhadap
Firman Tuhan. Saat kita berkumpul dalam kelompok kecil, studi Alkitab, atau
kegiatan gereja lainnya, marilah kita terlibat dalam diskusi, doa, dan ibadah
yang bermakna, memperkuat ikatan persaudaraan kita, saat kita menyelaraskan
diri kita dengan kebenaran Tuhan.
Kita
harus menjadi alat kasih Tuhan, karena untuk membangun komunitas Kristiani yang
otentik, menuntut kita untuk sungguh-sungguh menunjukkan kasih Tuhan. Marilah
kita menawarkan dukungan, mendengarkan, dan mengulurkan rahmat satu sama lain,
menciptakan suasana penerimaan, pengertian, dan kasih sayang.
Mari
Kita Berdoa...
Tuhan
Yesus,
kami
datang ke hadapan-Mu hari ini, memohon bimbingan dan kasih karunia-Mu, untuk
mengakhiri kesepian dan kesendirian kami, dengan membangun komunitas Kristiani
yang otentik. Bantulah kami untuk bersungguh-sungguh dalam mencari hubungan yang
sejati berdasarkan Firman-Mu. Semoga persekutuan kami mencerminkan kasih-Mu,
dan membawa penghiburan, dukungan, dan pertumbuhan bagi semua yang
berpartisipasi.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar