Hidup Dalam Kelegaan, Karena Merangkul Perintah-Perintah Tuhan. Mazmur 119:38-48 | SBU GPIB Sangkakala.
Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Hidup
Dalam Kelegaan, Karena Merangkul Perintah-Perintah Tuhan.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Mazmur 119, ayat 38 sampai ayat 48, yang akan kita eksplorasi, ayat per
ayat.
Mazmur
119, ayat 38 sampai 48, merupakan bagian dari pasal terpanjang dalam Alkitab,
terdiri dari 176 ayat. Ini adalah mazmur akrostik, yang berarti bahwa setiap
bagian dimulai dengan huruf berurutan dari abjad Ibrani. Bagian khusus ini,
yang terbentang dari ayat 38 sampai ayat 48, dimulai dengan huruf Ibrani
"Dia" dan berfokus pada tema-tema tentang karakter Allah yang setia
dan benar, keinginan pemazmur untuk memahami, dan komitmen mereka terhadap
perintah-perintah Allah.
Bagian
itu dimulai dengan ayat 38: " Teguhkanlah pada
hamba-Mu ini janji-Mu, yang berlaku bagi orang yang takut kepada-Mu."
Di sini, pemazmur mengakui status mereka sebagai hamba Tuhan, dan meminta Tuhan
untuk memenuhi janji-Nya, menyiratkan bahwa mereka menginginkan bimbingan dan
dukungan Tuhan. Ungkapan "agar Tuhan ditakuti" menunjukkan, bahwa
pemazmur mengakui, kesetiaan dan penggenapan janji Allah, akan membangkitkan
kekaguman dan rasa hormat di antara umat-Nya.
Dalam
ayat 39, pemazmur mengungkapkan kerinduan mereka akan ketetapan Tuhan, dengan
menyatakan, " Lalukanlah celaku yang menggetarkan aku, karena hukum-hukum-Mu adalah baik."
Pemazmur takut akan aib atau rasa malu, yang mungkin timbul karena tidak
mengikuti jalan Tuhan, dan mencari campur tangan Tuhan, untuk melindungi mereka
dari celaan tersebut. Penyebutan aturan Tuhan yang baik, mencerminkan keyakinan
pemazmur, bahwa mengikuti perintah Tuhan, akan mengarah pada kebenaran dan
berkat.
Pemazmur
terus mengungkapkan keinginan mereka akan pengertian dalam ayat 40 dan 41. Ayat
40 menyatakan, " Sesungguhnya aku rindu kepada titah-titah-Mu, hidupkanlah aku dengan
keadilan-Mu!" Di sini, pemazmur mengungkapkan kerinduan yang
mendalam, akan ajaran Tuhan, menunjukkan rasa lapar mereka, akan hikmat dan
tuntunan Tuhan. Mereka percaya, bahwa dengan mengikuti jalan Tuhan, akan menuntun
mereka pada kehidupan sejati dan kebenaran.
Ayat
41 lebih lanjut menekankan kerinduan pemazmur akan kemurahan dan keselamatan
Tuhan, dengan mengatakan, " Kiranya kasih
setia-Mu mendatangi aku, ya TUHAN, keselamatan
dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu." Pemazmur memohon kepada
kasih setia Allah dan janji keselamatan-Nya, menyadari bahwa harapan mereka,
terletak pada kesetiaan dan penebusan Allah.
Pemazmur
kemudian menghadapi tentangan dan penganiayaan, seperti yang dinyatakan dalam
ayat 42, "Supaya aku dapat memberi jawab kepada orang yang mencela aku, sebab aku percaya kepada firman-Mu." Terlepas
dari tantangannya, pemazmur menaruh kepercayaan mereka pada firman Tuhan, dan
berharap dapat menanggapi orang-orang yang mencemooh dan menentang mereka.
Mereka menemukan penghiburan dan keyakinan dalam janji dan ajaran Tuhan.
Dalam
ayat 43 dan 44, pemazmur mengakui bahwa kebenaran Allah adalah jangkar dan
sumber pengharapan mereka. Ayat 43 menyatakan, "
Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada
hukum-hukum-Mu." Pemazmur berdoa agar mereka tidak pernah
terpisahkan dari kebenaran firman Tuhan, dan tetap berada di mulut mereka,
menandakan kehadirannya yang konstan dalam hidup mereka. Mereka menegaskan
bahwa harapan mereka terletak pada peraturan dan prinsip kebenaran Tuhan.
Bagian
ini diakhiri dengan ayat 45 sampai ayat 48, di mana pemazmur mengungkapkan
komitmen mereka, untuk menaati perintah-perintah Allah. Ayat 45 mengatakan,
" Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku
mencari titah-titah-Mu." Pemazmur percaya bahwa dengan berpegang
pada ajaran Tuhan, mereka akan mengalami kebebasan dan kelapangan dalam hidup
mereka. Mereka memandang perintah-perintah Allah sebagai jalan yang menuntun
pada pembebasan dan berkat.
Ayat
46 menggarisbawahi tekad pemazmur untuk berbicara tentang kesaksian Allah,
bahkan tanpa merasa malu di hadapan raja. Mereka akan dengan berani menyatakan
dan bersaksi tentang kesetiaan Tuhan, terlepas dari pembaca Mazmur, atau
konsekuensi yang mungkin terjadi.
Dalam
ayat 47, pemazmur menekankan kecintaan mereka yang dalam pada perintah-perintah
Allah. " Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu."
Pemazmur menemukan sukacita dan kesenangan dalam perintah-perintah Allah,
memandangnya bukan sebagai peraturan yang memberatkan, tetapi sebagai pedoman
yang berharga untuk menjalani hidup yang benar.
Terakhir,
dalam ayat 48, pemazmur menyatakan komitmen dan pengabdian mereka pada
perintah-perintah Allah. " Aku menaikkan
tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan
ketetapan-ketetapan-Mu." Mengangkat
tangan melambangkan penyerahan, penyembahan, dan ketaatan. Pemazmur menegaskan
kecintaan mereka pada perintah-perintah Tuhan, dan menyatakan niat mereka untuk
terus merenungkan ketetapan Tuhan, merenungkannya secara mendalam, dan
menerapkannya dalam kehidupan mereka.
Dalam
konteks yang lebih luas dari Mazmur 119, bagian ini mewakili doa yang tulus,
dan penegasan pengabdian pemazmur kepada Allah dan perintah-perintah-Nya. Itu
menyoroti kerinduan pemazmur akan bimbingan Tuhan, kepercayaan mereka pada
janji-janji-Nya, keinginan mereka untuk pengertian dan hikmat, dan komitmen
mereka untuk berjalan dalam ketaatan pada firman-Nya. Pemazmur mengakui
kebaikan, kebenaran, dan kesetiaan Allah, dan mereka menemukan harapan,
sukacita, dan pembebasan dalam perintah-perintah-Nya.
Secara
keseluruhan, Mazmur 119, ayat 38 sampai ayat 48, mendorong orang percaya untuk
mencari bimbingan Tuhan, menemukan kesenangan dalam perintah-perintah-Nya, dan
percaya pada janji-janji-Nya. Itu menekankan kekuatan transformatif dari firman
Tuhan dalam membentuk hidup kita, memberikan hikmat, perlindungan, dan arahan.
Ungkapan pengabdian dan kerinduan yang tulus dari pemazmur, menjadi inspirasi
bagi orang percaya untuk berjalan dengan setia bersama Tuhan, bahkan dalam
menghadapi tantangan dan pertentangan.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?
Mazmur
119, ayat 38 sampai ayat 48, mengungkapkan keinginan Tuhan bagi kita, untuk
menemukan kelegaan, saat mentaati perintah-perintah-Nya. Dalam konteks kita
saat ini, kita menghadapi berbagai tantangan, ketidakpastian, dan kecemasan.
Pesan Allah kepada kita adalah, bahwa dengan mencari janji-janji-Nya, dan
dengan setia mengikuti perintah-perintah-Nya, kita dapat menemukan kelegaan dan
kedamaian sejati. Pemazmur mengakui kebaikan aturan Tuhan, dan mencari
pengertian dan belas kasihan. Di dunia saat ini, di mana kita sering menghadapi
gejolak dan kebingungan, perintah-perintah Allah, memberikan bimbingan,
kejelasan, dan kelegaan dari beban yang kita pikul.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?
Sama
seperti pemazmur, mencari peneguhan janji Tuhan dalam ayat 38, kita harus
percaya pada kesetiaan Tuhan. Saat menghadapi tantangan, marilah kita
melabuhkan harapan kita, pada janji-janji Tuhan, menemukan kelegaan dalam
kepastian kasih dan pemeliharaan-Nya.
Kerinduan
pemazmur akan pengertian di ayat 40, seharusnya beresonansi dengan kita. Dalam
keadaan kita saat ini, kita harus aktif mencari pengertian dengan mempelajari
firman Tuhan, berdoa memohon hikmat, dan mencari tuntunan Roh Kudus.
Ayat
44 menekankan tekad pemazmur, untuk menjaga kesaksian Tuhan selamanya. Sebagai
orang Kristen, kita harus memprioritaskan kepatuhan yang konsisten terhadap
perintah-perintah Allah, mengakui bahwa dalam merangkul jalan-Nya, kita
menemukan kelegaan, tujuan, dan kebebasan sejati.
Mari
Kita Berdoa...
Tuhan
Yesus,
di
dunia yang penuh dengan tantangan, ketidakpastian, dan beban ini, berilah kami
kelegaan, sewaktu kami mentaati perintah-perintah-Mu. Ingatkan kami akan
janji-janji-Mu dan memercayainya, mencari pengertian, dan berkomitmen untuk
berjalan dalam ketaatan. Berilah kami kelegaan dan kedamaian, yang datang dari
mengikuti jalan-Mu.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar