Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Hidup
Tentram, Tanpa Terganggu Oleh Keadaan Sekitar Kita.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Mazmur 119, ayat 161 sampai ayat 165, yang berbunyi sebagai berikut:
Pembesar-pembesar mengejar aku
tanpa alasan, tetapi hanya terhadap firman-Mu hatiku gemetar.
Aku gembira atas janji-Mu,
seperti orang yang mendapat banyak jarahan.
Aku benci dan merasa jijik terhadap
dusta, tetapi Taurat-Mu kucintai.
Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji
Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.
Besarlah ketenteraman pada
orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi
mereka.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Haleluya.
Apa
Konteks Firman Tuhan ini.
Mazmur
119 adalah pasal terpanjang dalam kitab Mazmur, terdiri dari 176 ayat. Itu
dikenal karena penekanannya pada pentingnya Firman Tuhan, dan pengabdian yang
mendalam dari pemazmur padanya.
Dalam
ayat 161 dan 162, pemazmur memulai dengan menyatakan kesetiaan mereka yang tak
tergoyahkan kepada Firman Tuhan, dengan menyatakan,
"Para
pembesar menganiaya aku tanpa alasan, tetapi hatiku terkagum-kagum akan
kata-katamu. Aku bergembira atas firman-Mu, seperti orang yang mendapat banyak
jarahan."
Meski
menghadapi penganiayaan dari para penguasa, penghormatan pemazmur terhadap
firman Tuhan tetap tak tergoyahkan. Pemazmur menemukan sukacita dan nilai yang
besar, dalam hikmat dan bimbingan yang terdapat dalam Firman Tuhan.
Dalam
ayat 163, pemazmur mengungkapkan kebencian mereka terhadap kepalsuan, dengan
menyatakan, "Aku merasa jijik dan membenci kepalsuan, tetapi aku mencintai
hukummu."
Pemazmur
mengakui sifat destruktif dari penipuan dan kepalsuan, dan membandingkannya
dengan kecintaan mereka pada kebenaran hukum Allah. Komitmen mereka terhadap
kebenaran dan kesalehan tidak tergoyahkan.
Dalam
ayat 164 dan 165, pemazmur memuji kebenaran dan kesetiaan Allah, dengan
mengatakan, "Tujuh kali sehari aku memuji Engkau karena peraturan-Mu yang
benar. Damai sejahtera bagi mereka yang mencintai hukum-Mu; tidak ada yang
dapat membuat mereka tersandung."
Pemazmur
mengakui aturan Allah yang adil dan benar, dan mengungkapkan rasa terima kasih
mereka melalui banyaknya pujian. Mereka juga menegaskan bahwa mereka yang
mencintai dan mengikuti hukum Tuhan, akan mengalami kedamaian yang luar biasa,
dan dilindungi dari keterpurukan.
Secara
keseluruhan, Mazmur 119, ayat 161 sampai ayat 165, menggambarkan keteguhan hati
pemazmur pada Firman Tuhan, meskipun menghadapi berbagai penganiayaan. Mereka
menolak kepalsuan, dan hanya menaruh kepercayaan mereka pada kesalehan dan
kesetiaan Allah, menemukan sukacita, kedamaian, dan stabilitas dalam kepatuhan
mereka terhadap perintah-perintah-Nya.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?
Hari
ini, kita beralih ke Mazmur 119, ayat 161 sampai ayat 165, di mana pemazmur
mengajarkan kita pelajaran berharga, tentang hidup damai melalui Firman Tuhan.
Mari kita telusuri pesan dan keinginan Tuhan bagi kita dalam konteks saat ini,
dan temukan bagaimana kita, sebagai orang Kristen, dapat menerapkan kebenaran
ini untuk mewartakan ketentraman dan damai, yang datang dari mengenal Yesus
Kristus.
Sama
seperti pemazmur, kita juga mungkin menghadapi permusuhan karena iman kita.
Namun, keinginan Tuhan adalah, agar kita berdiri teguh, tak tergoyahkan dalam
komitmen kita pada Firman-Nya.
Sama
seperti Pemazmur, yang meskipun dianiaya, hatinya tetap terkagum-kagum akan
firman Tuhan, demikian juga Tuhan ingin, agar kita menghargai Firman-Nya,
menemukan sukacita dan kenyamanan dalam ajarannya, bahkan di saat kita
menghadapi berbagai kesulitan.
Di
dunia sekarang ini, kita dibanjiri dengan berita bohong, atau hanya setengah
kebenaran, dan bahkan penipuan dan hasutan. Pesan Tuhan kepada kita adalah,
kita harus bijak dalam membedakan kebenaran dari kepalsuan, dan hidup selaras
dengan hukum-Nya.
Kecintaan
pemazmur terhadap hukum Tuhan, memberikan kedamaian yang besar bagi mereka.
Dalam konteks saat ini, kita dapat menemukan kedamaian dengan membenamkan diri
kita dalam Firman Tuhan, membiarkan kebenaran-Nya membimbing pikiran, tindakan,
dan keputusan kita.
Tuhan
berjanji bahwa mereka yang mencintai hukum-Nya tidak akan tersandung. Sebagai
orang Kristen, kita harus melabuhkan diri kita pada Firman Tuhan, percaya pada
kesetiaan-Nya, dalam memberikan stabilitas serta kedamaian, bahkan ketika dunia
di sekitar kita sedang kacau balau.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?
Sebagai
orang Kristen, kita dipanggil untuk mempelajari dan menghidupi Firman Tuhan
setiap hari. Dengan memahami ajaran-ajaran-Nya, kita menunjukkan kasih kita
kepada Yesus, dan menyatakan ketuhanan-Nya atas hidup kita.
Hidup
kita hendaknya mencerminkan kedamaian yang melampaui pemahaman. Di tengah
kekacauan dan ketidakpastian, kita harus menunjukkan kekuatan transformatif
dari Firman Tuhan dengan hidup dalam damai. Sikap damai kita menjadi kesaksian
akan kehadiran Yesus dalam hidup kita.
Marilah
kita secara aktif berbagi dengan orang lain sumber damai sejahtera kita, kepada
orang lain. Melalui kata-kata, tindakan, dan kesaksian kita, kita dapat
menyatakan harapan dan kedamaian yang ditemukan dalam hubungan dengan-Nya,
mengarahkan orang lain ke sumber utama kedamaian sejati.
Mari
Kita Berdoa...
Tuhan
Yesus,
kami
berterima kasih atas pelajaran yang telah kami dapatkan hari ini. Tolong kami
untuk hidup dalam damai dan tenteram, tanpa merasa terganggu oleh keadaan di
sekitar kami. Penuhi kami dengan cinta yang mendalam akan Sabda-Mu, dan
berdayakan kami untuk mewartakan Yesus, Raja Damai, kepada dunia yang
membutuhkan kedamaian di tengah dunia yang dikuasai kebencian ini.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar