Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Menaati
Firman Tuhan Dengan Hati Yang Dilapangkan Tuhan.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Mazmur 119, ayat 28 sampai ayat 32, yang berbunyi sebagai berikut:
Jiwaku menangis karena duka hati, teguhkanlah aku
sesuai dengan firman-Mu.
Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan
karuniakanlah aku Taurat-Mu.
Aku telah memilih jalan kebenaran, telah
menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.
Aku telah berpaut pada peringatan-peringatan-Mu,
ya TUHAN, janganlah membuat aku malu.
Aku akan mengikuti petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab
Engkau melapangkan hatiku.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Haleluya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Mazmur
119, ayat 28 sampai ayat 32 adalah bagian dari pasal terpanjang dalam Alkitab,
terdiri dari 176 ayat, masing-masing berfokus pada keindahan dan pentingnya
hukum Allah. Bagian khusus ini mencerminkan permohonan pemazmur untuk kekuatan,
pengertian, dan bimbingan dari Allah, sewaktu mereka menghadapi tantangan hidup,
dan berusaha untuk mengikuti perintah-perintah-Nya. Mari kita selidiki isi dan
makna dari ayat-ayat ini dalam konteks yang lebih luas dari Mazmur 119 ini.
Ayat
28 dimulai dengan pemazmur mengungkapkan kelelahan jiwa mereka. Mereka
menyatakan, "Jiwaku meleleh karena kesedihan. Kuatkan aku dengan Firman-Mu."
Di sini, pemazmur mengakui kelelahan emosional dan spiritual mereka, merasa
diliputi kesedihan atau kesusahan. Mereka berpaling kepada Tuhan, mencari
kekuatan, yang hanya dapat ditemukan dalam firman-Nya. Pemazmur menyadari bahwa
firman Tuhan memiliki kuasa untuk mengangkat, dan membentengi semangat mereka
yang lelah.
Dalam
ayat 29, pemazmur memohon, "Singkirkan dariku jalan dusta, dan karuniakan
aku kenikmatan oleh dengan hukummu." Mereka mendambakan jalan yang benar
dan bukan dusta, dan memohon bimbingan Tuhan untuk menjauhkan mereka dari
penipuan dan kepalsuan. Dengan mencari hukum Tuhan, pemazmur ingin
menyelaraskan hidup mereka dengan kebenaran dan keaslian.
Melanjutkan
di ayat 30, pemazmur menegaskan komitmen mereka pada perintah-perintah Allah,
dengan mengatakan, "Aku telah memilih jalan kesetiaan, dan menempatkan peraturan-Mu
di hadapanku." Di sini, pemazmur menyatakan pilihan mereka yang disengaja,
untuk berjalan dalam kesetiaan dan ketaatan pada perintah Tuhan. Mereka
memprioritaskan aturan-aturan-Nya, dan menempatkannya di hadapan diri mereka
sendiri sebagai cahaya penuntun, menekankan niat mereka untuk menjalani
kehidupan yang selaras dengan kehendak Tuhan.
Dalam
ayat 31, pemazmur menyatakan, "Aku berpegang teguh pada kesaksian-Mu, ya
Tuhan. Jangan biarkan aku dipermalukan!" Pernyataan ini mencerminkan
keinginan pemazmur, untuk berpegang teguh pada kesaksian atau ajaran Tuhan.
Dengan berpegang teguh pada mereka, mereka mencari keamanan, kebijaksanaan, dan
kebenaran. Pemazmur juga memohon kepada Tuhan, untuk tidak membiarkan mereka
dipermalukan, menunjukkan kepercayaan mereka pada kesetiaan Tuhan, dan harapan
mereka akan pembenaran dalam menghadapi pertentangan atau kesulitan.
Akhirnya,
ayat 32 merangkum tekad pemazmur, dengan menyatakan, "Aku akan berlari di
jalan perintah-Mu, saat Engkau melapangkan hatiku!" Di sini, pemazmur
mengungkapkan tekad mereka, untuk secara aktif mengikuti perintah-perintah
Tuhan. Mereka merindukan hati mereka untuk dilapangkan, menyiratkan keinginan
Tuhan, untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam hal mengasihi, memahami, dan dengan
setia mengikuti jalan-jalan-Nya. Pemazmur menyadari bahwa perubahan hati,
sangatlah penting, untuk komitmen sepenuh hati pada perintah-perintah Allah.
Dalam
konteks yang lebih luas dari Mazmur 119, ayat-ayat ini mencerminkan pengabdian
yang mendalam dari pemazmur kepada Allah dan hukum-Nya. Mereka memperlihatkan
kerinduan akan kekuatan, bimbingan, dan pengertian, juga hasrat untuk hidup
dalam kebenaran, kesetiaan, dan kepatuhan. Pemazmur berusaha menyelaraskan
hidup mereka dengan kehendak Tuhan, dan menemukan penghiburan, arahan, dan
kekuatan dalam firman-Nya. Pada akhirnya, Mazmur 119 secara keseluruhan
menyoroti keindahan, dan pentingnya hukum Allah sebagai sumber hikmat,
tuntunan, dan keintiman dengan-Nya.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?
Dalam
konteks kita sekarang, Mazmur 119, ayat 28 sampai ayat 32, membawa pesan
penting bagi kita.
Pertama,
mengingatkan kita, bahwa kesedihan dan kelelahan, adalah bagian dari hidup,
tetapi kita dapat menemukan kekuatan dan pembaharuan, dalam firman Tuhan.
Kedua,
kita dipanggil untuk menolak kepalsuan dan memeluk hukum Tuhan, mencari
bimbingan-Nya, untuk berjalan dengan benar, dan apa adanya kita.
Ketiga,
pernyataan pemazmur untuk memilih kesetiaan, dan berpegang pada kesaksian Tuhan,
menantang kita untuk memprioritaskan dan menetapkan peraturan-Nya di hadapan
kita.
Akhirnya,
permohonan pemazmur, untuk memiliki hati yang diperlapang, mengajarkan kita
perlunya perubahan, dan peningkatan kemampuan, untuk mencintai dan mengikuti
jalan Tuhan.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?
Di
saat-saat kita letih dan bersedih, marilah kita berpaling kepada firman Tuhan
untuk mendapatkan kekuatan dan pembaharuan. Renungkan janji-janji-Nya, temukan
dorongan, dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Di
dunia yang penuh dengan penipuan dan berita Hoax, marilah kita mengutamakan
hukum Allah, dan hanya mencari bimbingan-Nya, untuk membedakan kebenaran dari
kepalsuan. Marilah kita menyelaraskan hidup kita dengan transparan, merangkul
jalan kebenaran, dan menolak jalan penipuan dan kepalsuan.
Buatlah
pilihan yang disengaja untuk hidup dengan setia, jadikan peraturan Tuhan,
sebagai terang penuntun hidup kita. Prioritaskan perintah-perintah-Nya, dan
biarkan hal itu membentuk keputusan, tindakan, dan hubungan kita, dengan Tuhan
dan sesama.
Kenali
kebutuhan akan transformasi, dan kapasitas yang diperluas untuk mencintai, dan
mengikuti jalan-jalan Tuhan. Berdoalah untuk hati yang diperbesar, yang dapat
menahan tantangan, penuh kasih kepada orang lain, dan dengan penuh semangat,
mengejar ketaatan pada perintah-perintah Allah.
Mari
Kita Berdoa...
Tuhan
Yesus,
kami
berterima kasih atas pesan Tuhan hari ini. Perkuat kami dengan firman-Mu saat
kami lelah, tuntun kami untuk merangkul kebenaran-Mu, dan berikan kami tekad
untuk hidup dengan setia.
Besarkan
hati kami ya Tuhan, agar kami dapat mengasihi Engkau dan sesame, dengan sepenuh
hati. Semoga kami mengamati kata-kata Tuhan dengan hati yang diperkuat dan
diperluas.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar