Langsung ke konten utama

Mendapatkan Kekuatan dan Keberanian Dari Alkitab. Mazmur 119: 137-144 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Mendapatkan Kekuatan dan Keberanian Dari Alkitab.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Mazmur 119, ayat 137 sampai ayat 144, yang berbunyi sebagai berikut:

 

  Engkau adil, ya TUHAN, dan hukum-hukum-Mu benar.

 Telah Kauperintahkan peringatan-peringatan-Mu dalam keadilan dan dalam kesetiaan belaka. 

 Nyala cintaku menghabiskan aku, sebab para lawanku melupakan segala firman-Mu. 

 Janji-Mu sangat teruji, dan hamba-Mu mencintainya.

 Aku ini kecil dan hina, tetapi titah-titah-Mu tidak kulupakan. 

 Keadilan-Mu adil untuk selama-lamanya, dan Taurat-Mu benar.

 Aku ditimpa kesesakan dan kesusahan, tetapi perintah-perintah-Mu menjadi kesukaanku.

 Peringatan-peringatan-Mu adil untuk selama-lamanya, buatlah aku mengerti, supaya aku hidup.  

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

 

Apa Konteks Firman Tuhan ini.

 

Mazmur 119, ayat 137 sampai ayat 144, merupakan bagian dari pasal terpanjang dalam Kitab Mazmur. Mazmur ini, merupakan puisi akrostik, dengan setiap bagian mewakili huruf alfabet Ibrani yang berbeda dan berurutan.

 

Dalam perikop ini, pemazmur merenungkan kebenaran hukum Tuhan, dan tentang Allah yang adil dan setia. Pemazmur mengakui bahwa perintah Allah itu baik, karena hukum-hukum-Nya teruji dalam keadilan dan kesetiaannya. Pemazmur mengungkapkan kasihnya, dan pengabdian yang dalam pada ajaran Tuhan, serta menyatakan bahwa janji-janji Tuhan itu dapat dipercaya.

 

Pemazmur mengamati, bahwa meskipun mereka menghadapi penganiayaan dan penderitaan, mereka tetap teguh dalam komitmen mereka, terhadap semua ketetapan Tuhan. Mereka menyenangi kesetiaan dan keadilan Allah, dan merenungkan hukum-Nya siang dan malam.

 

Pemazmur mencari pengertian, dan meminta kemurahan Tuhan dicurahkan atas mereka. Mereka menyatakan kesetiaan mereka pada perintah-perintah Allah, dan bersaksi bahwa ketetapan-ketetapan-Nya adalah sumber sukacita dan kegembiraan mereka. Mereka mengungkapkan harapan mereka akan campur tangan Tuhan, meminta penghakiman-Nya yang adil, menimpa para lawan dan penindas mereka.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?

 

Hari ini, kita akan mengeksplorasi kebijaksanaan abadi, yang terdapat dalam Mazmur 119, ayat 137 sampai ayat 144. Dalam konteks kita saat ini, di mana ketidakpastian, tantangan, dan keraguan berlimpah, kita akan menemukan, bagaimana kita bisa mendapatkan kekuatan dan keberanian, di dalam membaca dan merenungkan Kitab Suci.

 

Di dunia yang penuh dengan ambiguitas moral, kita dapat mempercayai Firman Tuhan sebagai standar kebenaran dan keadilan tertinggi.

Kitab Suci mengungkapkan keinginan Tuhan untuk hidup kita, menawarkan kejelasan dan bimbingan di tengah kebingungan saat ini.

 

Sebagai orang yang dikasihi Allah, Pemazmur pun menghadapi penganiayaan dan penderitaan, namun mereka menemukan penghiburan dan kekuatan dalam hukum-hukum Tuhan.

Demikian pula dengan kita, saat kita menghadapi tantangan zaman ini, kita dapat mengatasinya dengan bersandar pada Kitab Suci, yang mampu membentengi dan menopang iman kita, agar kita dimungkinkan untuk menerima janji-janji Tuhan.

 

Kegembiraan pemazmur atas kepastian janji-janji Allah, mengingatkan kita akan adanya sukacita dan kepuasan, yang akan kita temukan, saat kita menjalani hidup kita selaras dengan perintah Allah.

 

Dengan merenungkan Firman-Nya siang dan malam, kita memupuk hubungan yang lebih dalam dengan Bapa Surgawi kita, dan menemukan kekuatan di hadirat-Nya.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?

 

Kita harus mengandalkan Alkitab sebagai Sumber Kekuatan Kita. Kita harus berkomitmen untuk belajar dan merenungkan Firman Tuhan secara teratur, membiarkannya membentuk pikiran, tindakan, dan karakter kita.

Saat kita menginternalisasi Kitab Suci, kita akan bertumbuh menjadi lebih kuat dalam iman kita, dan diperlengkapi dengan lebih baik, untuk menghadapi berbagai tantangan dunia masa kini.

 

Kita harus hidup, sebagai saksi akan Kekuatan Tuhan. Hidup kita harus mencerminkan kekuatan transformatif dari Firman Tuhan. Kita harus mewartakan kasih setia Tuhan Yesus kepada dunia, bukan hanya melalui perkataan kita, tetapi juga tindakan perbuatan kita sehari-hari.

Dengan membagikan kesaksian pribadi kita, tentang bagaimana Kitab Suci telah menguatkan kita, kesaksian kita itu, akan menginspirasi orang lain, untuk juga mencari kekuatan dan keberanian, dari dalam Alkitab.

 

Kita harus menawarkan pengharapan yang ada di dalam Kristus Yesus, dan memberikan dorongan dan dukungan. Di saat banyak orang merasa kewalahan atau putus asa, kita harus menjadi mercusuar kasih dan anugerah Allah.

Melalui tindakan kebaikan, belas kasih, dan membagikan kebenaran Firman Tuhan, kita dapat menawarkan harapan dan keberanian, kepada siapa saja di sekitar kita.

 

 

Mari Kita Berdoa...

 

Tuhan Yesus,

kami berterima kasih kepada-Mu, atas pelajaran yang kuat, yang ditemukan dalam Firman-Mu. Semoga itu menjadi sumber kekuatan dan keberanian yang konstan dalam hidup kami. Tolong kami, untuk hidup sebagai saksi yang setia, senantiasa mewartakan Yesus melalui perkataan dan tindakan kami. Beri kami kebijaksanaan dan kearifan, untuk dapat menavigasi tantangan saat ini, dengan selalu mengandalkan kebenaran dan janji-Mu.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...