Menemukan Kekuatan Dalam Firman Tuhan Di Dunia Yang Melawan Tuhan. Mazmur 119:19-24 | SBU GPIB Sangkakala.
Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Menemukan
Kekuatan Dalam Firman Tuhan Di Dunia Yang Melawan Tuhan.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Mazmur 119, ayat 19 sampai ayat 24, yang berbunyi sebagai berikut:
Aku
ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu
terhadap aku.
Hancur
jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu.
Engkau
menghardik orang-orang yang kurang ajar, terkutuklah orang
yang menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
Gulingkanlah
dari atasku cela dan penghinaan, sebab aku memegang
peringatan-peringatan-Mu.
Sekalipun
pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan
ketetapan-ketetapan-Mu.
Ya,
peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Mazmur
119, ayat 19 sampai ayat 24, adalah bagian dari bab terpanjang dalam kitab
Mazmur, kumpulan lagu puitis dan doa yang ditemukan dalam Alkitab Ibrani.
Bagian khusus ini adalah bagian dari puisi akrostik yang lebih besar, di mana
setiap bait dimulai dengan huruf berurutan dari abjad Ibrani. Secara
keseluruhan, Mazmur ini berfokus pada pentingnya, dan berharganya hukum Allah, serta
komitmen pemazmur untuk mengikutinya.
Ayat
19 menyatakan, "Aku orang asing di bumi; jangan sembunyikan perintah-Mu
dariku."
Di
sini, pemazmur mengungkapkan rasa keterasingan, atau perasaan seperti orang
asing di dunia ini. Pemazmur mengakui sifat fana mereka sendiri, menekankan
bahwa rumah sejati mereka, ada bersama Tuhan. Permohonan kepada Tuhan untuk
tidak menyembunyikan perintah-Nya, menunjukkan kerinduan pemazmur akan tuntunan
dan petunjuk ilahi, untuk mengatasi tantangan dan cobaan hidup.
Melanjutkan
ke ayat 20, pemazmur menyatakan, "Jiwaku sangat merindukan hukum-hukum-Mu
setiap saat." Ayat ini mencerminkan keinginan dan hasrat yang mendalam
dari hati pemazmur, akan hukum-hukum Allah. Jiwa pemazmur merindukan ajaran
Tuhan, menunjukkan komitmen untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, dan hanya
mencari hikmat ilahi.
Dalam
ayat 21, pemazmur menegur mereka yang menolak hukum Tuhan, dengan mengatakan,
"Engkau menegur orang yang sombong, yang terkutuk, yang menyimpang dari
perintahmu." Di sini pemazmur mengakui, bahwa hukum Allah berfungsi
sebagai standar kebenaran, dan panduan untuk menjalani kehidupan yang setia.
Pemazmur mengungkapkan penghinaan terhadap mereka, yang dengan sombong menolak
perintah Tuhan, dan memperingatkan konsekuensi menyimpang dari jalan-Nya.
Ayat
22 menyatakan, "Singkirkan dariku cemoohan dan penghinaan mereka, karena
aku berpegang pada ketetapan-Mu." Pemazmur, mungkin menghadapi
penganiayaan atau ejekan dari orang lain, mencari pembebasan Tuhan dari
penghinaan, dan dari cemoohan mereka, yang menentang hukum Tuhan. Meski
menghadapi tentangan, pemazmur menegaskan kembali komitmen mereka, untuk tetap
menaati ketetapan Tuhan, dan meminta perlindungan dan pembenaran dari Tuhan.
Melanjutkan
di ayat 23, pemazmur menyatakan, "Meskipun para penguasa duduk bersama dan
memfitnah aku, hambamu akan merenungkan ketetapan-ketetapanmu." Di sini,
pemazmur mengakui adanya musuh, termasuk penguasa yang kuat, yang memfitnah
atau berbicara jahat terhadap mereka. Menghadapi penentangan ini, pemazmur
menemukan penghiburan dan kekuatan, dalam merenungkan ketetapan Allah. Ayat ini
menunjukkan pengabdian yang tak tergoyahkan dari pemazmur pada hukum Allah,
meskipun ada tekanan dari luar.
Terakhir,
ayat 24 mengakhiri bagian ini dengan mengatakan, "Ketetapan-ketetapan-Mu
adalah kesukaanku; itulah penasihat-penasihatku." Pemazmur mengungkapkan
kasih sayang dan sukacita yang mendalam untuk ketetapan Tuhan. Mereka mengakui
peran hukum Allah yang tak ternilai, sebagai sumber hikmat dan bimbingan,
bertindak sebagai penasihat untuk mengarahkan langkah mereka. Pemazmur
menemukan penghiburan, inspirasi, dan bimbingan praktis dalam ajaran hukum
Allah.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?
Mazmur
119, ayat 19 sampai ayat 24, berbicara tentang pergumulan yang dihadapi orang
percaya dalam masyarakat yang menentang Allah.
Di
tengah dunia yang kerap menentang dan menghujat kebenaran Tuhan, Mazmur ini
mengingatkan kita akan pesan dan keinginan Tuhan yang tak lekang oleh waktu.
Itu
mengungkapkan keinginan Tuhan bagi umat-Nya, untuk mencari perintah-Nya dan
tidak menjauh dari bimbingan-Nya.
Dalam
konteks hari ini, di mana sekularisme dan relativisme moral berlaku, bagian ini
menyoroti pentingnya menyadari bahwa kita adalah orang asing di dunia ini.
Ini
mengajarkan kita, bahwa sebagai orang asing di bumi ini, kita harus mencari
perintah Allah dan tidak menjauh dari petunjuk-Nya, agar menemukan kekuatan
dalam Firman Tuhan.
Itu
mengingatkan kita bahwa rumah sejati kita adalah bersama Tuhan, dan kita harus
merindukan hukum-hukum-Nya untuk mengarungi tantangan hidup dalam masyarakat
yang sering menolak atau menggerogoti kebenaran-Nya.
Kerinduan
pemazmur akan hukum-hukum Allah menunjukkan rasa lapar yang mendalam yang
seharusnya dimiliki jiwa kita akan kebenaran-Nya. Kita diingatkan tentang
konsekuensi menyimpang dari perintah Allah dan cemoohan yang mungkin kita
hadapi karena tetap setia. Meskipun ditentang, kita didorong untuk merenungkan
ketetapan Tuhan, menemukan kekuatan dan hikmat dalam Firman-Nya.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?
Sebagai
orang Kristen, kita harus mengakui, ada banyak orang yang menentang Tuhan, dan bahkan
menghujat Tuhan kita.
Sebagai
orang Kristen yang hidup dalam masyarakat seperti ini, kita harus
memprioritaskan mencari perintah Tuhan, dan menyelaraskan hidup kita dengan
Firman-Nya.
Untuk
menemukan kekuatan dalam Firman Tuhan, pertama-tama kita harus memupuk
kerinduan akan perintah-Nya, mencari tuntunan-Nya dalam segala aspek kehidupan
kita.
Kita
harus memupuk rasa lapar yang mendalam akan hukum-hukum-Nya, menyadari bahwa
itu memberikan hikmat, bimbingan, dan perlindungan.
Dalam
menghadapi tentangan dan cemoohan, kita harus tetap teguh dalam komitmen kita
pada ketetapan Tuhan, sekalipun itu berarti melawan budaya dunia ini, bahkan
ketika menghadapi ejekan atau hinaan.
Saat
menghadapi tentangan, kita dapat membuka Alkitab untuk mendapatkan penghiburan,
hikmat, nasihat, dan kekuatan.
Sangat
penting untuk merenungkan ketetapan Tuhan, menemukan kekuatan dan dorongan
dalam janji-janji-Nya. Janganlah kita mengikuti cara-cara dunia, tetapi
berpegang teguh pada iman kita pada kebenaran Allah yang tidak berubah.
Dengan
merenungkan ketetapan Tuhan, kita menemukan kekuatan untuk berdiri teguh dalam
iman kita dan mengatasi tantangan dunia sekuler.
Mari
kita berdoa...
Tuhan
Yesus,
di
dunia yang penuh dengan pertentangan dan hujatan, kami mencari kekuatan di
dalam Firman-Mu. Bantu kami memupuk rasa lapar yang mendalam, akan perintah dan
bimbingan-Mu. Berilah kami keberanian untuk tetap setia di tengah cemoohan dan
hinaan. Semoga kami menemukan kenyamanan dan kebijaksanaan, dalam merenungkan
ketetapan-ketetapan-Mu.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar