Langsung ke konten utama

Sukacita Atas Peringatan Tuhan, Sebagai Harta Abadi. Mazmur 119: 12-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Sukacita Atas Peringatan Tuhan, Sebagai Harta Abadi.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Mazmur 119, ayat 12 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. 

 Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan.

 Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta. 

 Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu. 

 Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan. 

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Haleluya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Mazmur 119, ayat 12 sampai ayat 16, adalah bagian dari pasal terpanjang dalam Alkitab, terdiri dari 176 ayat, semuanya didedikasikan untuk tema keindahan, dan pentingnya hukum Allah. Segmen khusus ini berfokus pada tanggapan pemazmur terhadap hukum Allah, dan keinginannya untuk mematuhi dan mengikutinya dengan tekun.

 

Mari jelajahi isi, makna, dan maksud dari ayat-ayat ini, tanpa lepas dari konteksnya.

 

Ayat 12 dimulai dengan pemazmur mengungkapkan permohonan yang tulus.

"Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajari aku ketetapan-ketetapan-Mu!"

Pemazmur mengakui, adalah berkat memiliki Tuhan sebagai guru, mengakui bahwa, melalui instruksi ilahi, mereka dapat memperoleh hikmat dan pemahaman tentang ketetapan, atau hukum Tuhan. Maksudnya di sini adalah, untuk menyampaikan rasa kerendahan hati dan ketergantungan pada tuntunan Tuhan, menyiratkan bahwa pemazmur ingin berjalan dalam kebenaran.

 

Pindah ke ayat 13, pemazmur menyatakan,

"Dengan bibirku aku telah menyatakan semua penghakiman dari mulut-Mu."

Di sini, pemazmur mengungkapkan komitmen mereka untuk mewartakan dan menyuarakan tentang penghakiman, atau ketetapan Tuhan yang benar, yang datang dari mulut Allah sendiri. Itu menandakan niat untuk berbagi, dan bersaksi tentang kebenaran, yang ditemukan dalam hukum Tuhan, serta menyiratkan keinginan, untuk menghormati dan mematuhi perintah Tuhan secara terbuka.

 

Dalam ayat 14, pemazmur berkata,

"Aku bergembira di jalan kesaksian-kesaksian-Mu, sama seperti memiliki segala kekayaan."

Ayat ini menyoroti kegembiraan dan sukacita pemazmur akan kesaksian Allah, yang merujuk pada kebenaran dan ajaran-Nya yang telah diwahyukan. Perbandingan dengan kekayaan materi, menggarisbawahi betapa besar nilai dan bobot yang diberikan pemazmur, pada firman Allah. Itu menyampaikan maksud, untuk menemukan pemenuhan dan kepuasan sejati, dalam kebijaksanaan dan pengetahuan, yang berasal dari pemahaman hukum Tuhan, dan mengikuti ajaran-Nya.

 

Ayat 15 menyatakan,

"Aku akan merenungkan ajaran-ajaran-Mu dan merenungkan jalan-jalan-Mu."

Di sini, pemazmur mengungkapkan niat mereka, untuk terlibat dalam perenungan dan pemahaman mendalam tentang ajaran Tuhan, yang merupakan petunjuk dan prinsip ilahi-Nya, untuk kehidupan yang benar. Pemazmur ingin menginternalisasi ajaran-ajaran ini, dan memahami jalan-jalan Tuhan dengan lebih lengkap. Tujuannya adalah untuk memupuk hubungan yang dalam dan intim dengan Tuhan, melalui penelaahan dan perenungan akan firman-Nya.

 

Terakhir, di ayat 16, pemazmur menyatakan,

"Aku akan bergembira karena ketetapan-ketetapan-Mu; aku tidak akan melupakan firman-Mu."

Ayat ini merangkum komitmen pemazmur, untuk menemukan sukacita abadi, dan kesenangan sejati, dalam ketetapan Tuhan, yang mencakup hukum dan perintah-Nya. Pemazmur memutuskan untuk menghargai dan mengagumi firman Tuhan, bersumpah untuk tidak melupakannya. Maksudnya di sini, adalah untuk menyatakan tekad yang kuat untuk tetap setia, dan teguh dalam ketaatan pada petunjuk Tuhan.

 

Dalam konteks yang lebih luas dari Mazmur 119, ayat-ayat ini berkontribusi pada tema mazmur yang menyeluruh, yang menekankan pentingnya dan keindahan hukum Allah. Maksud dari perikop ini adalah untuk menyampaikan keinginan sungguh-sungguh dari pemazmur, untuk memahami, menaati, dan mewartakan ketetapan Allah, menemukan kesenangan dan kegembiraan dalam kebenaran yang diungkapkan olehnya. Itu menggambarkan kerinduan yang mendalam, untuk hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan, berakar pada studi, meditasi, dan ketaatan pada firman-Nya.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?

 

Dalam konteks sekarang, Tuhan ingin membimbing dan memperingatkan umat-Nya melalui Firman-Nya. Dia ingin mengajari kita ketetapan-ketetapan-Nya, menuntun kita dalam kebenaran, dan melindungi kita dari bahaya. Fakta terkini mengingatkan kita, akan pentingnya mengindahkan peringatan Tuhan yang mendatangkan sukacita penuh, sebagaimana kita melihat akibat buruk dari mengabaikan perintah-Nya. Kita belajar bahwa sukacita abadi, hanya dapat ditemukan dalam mengenali nilai berharga dari peringatan Allah, dan mengalami berbagai berkat, yang dihasilkan dari kepatuhan pada Firman Tuhan.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?

 

Sebagai orang percaya, kita harus mencari tuntunan dan hikmat Tuhan, meminta Dia untuk mengajari kita ketetapan-ketetapan-Nya.

Kita harus menerima peringatan-Nya, dan menyatakan penghakiman-Nya kepada orang lain, bersaksi tentang kebenaran yang ditemukan dalam Firman-Nya.

Kita perlu menemukan kesenangan sejati dalam merenungkan ajaran-ajaran-Nya, dan dalam merenungkan jalan-jalan-Nya. Sukacita kita harus berakar pada menghargai ketetapan Tuhan, dan tidak melupakan Firman-Nya, serta tetap berjalan dalam ketaatan.

Marilah kita memupuk kecintaan yang mendalam terhadap petunjuk-petunjuk-Nya, menemukan sukacita dalam hidup, sesuai dengan peringatan-peringatan-Nya.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

kami berterima kasih kepada-Mu, atas sukacita saat menerima peringatan-Mu. Ajari kami ketetapan-ketetapan-Mu, dan bantu kami menerapkannya dalam hidup kami. Semoga kami menemukan kesenangan dalam merenungkan ajaran-Mu, dan dalam mengikuti jalan-Mu. Berilah kami kekuatan untuk berjalan dalam ketaatan, dan mengalami berkat-berkat, yang datang dari mengindahkan peringatan-Mu.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...